Ini Tanggapan KPU Soal Dugaan Sedot Data Pemilu 2014

Selasa, 07 April 2015 - 23:59 WIB
Ini Tanggapan KPU Soal...
Ini Tanggapan KPU Soal Dugaan Sedot Data Pemilu 2014
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertanyakan dugaan adanya sedot data-data Pemilu 2014 seperti pengakuan Politikus Nasdem Akbar Faisal kepada Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, tuduhan itu tidak berdasar dan harus dibuktikan kebenarannya. Pasalnya, selama proses penghitungan dan rekapitulasi baik pemilu legisltif (pileg) maupun pilpres KPU tidak menggunakan sistem jaringan.

“Kami tidak online, semuanya manual mulai dari tingkat TPS (tempat pemungutan suara) hingga ke pusat. Bahwa hasilnya kemudian kami umumkan secara online itu memang iya,” ujar Hadar saat ditemui di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Hal itu sekaligus menutup kemungkinan pihak lain melakukan peretasan terhadap situs milik KPU. Meski demikian Hadar membenarkan apabila ada sejumlah percobaan serangan terhadap situs milik KPU jelang Pemilu 2014 diselenggarakan.

“Kalau memang mau meretas juga untuk apa? Toh data-data yang kami miliki ini kan terbuka, siapa saja bisa mengunduhnya,” jelas Hadar.

Ikhwal beredarnya pengakuan Akbar Faisal terkait dugaan sedot data-data KPU yang diduga dilakukan Luhut Panjaitan bermula dari 'bocornya' pesan pribadi Akbar kepada Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.

Sejumlah pesan diutarakan dalam surat tersebut seperti rekrutmen lulusan Harvard hingga soal peran relawan. Dalam pesannya juga Akbar menyebut Luhut menggunakan teknologi untuk menyedot data-data dari KPU dengan memarkirkan mobil.

Berikut kutipan lengkap Akbar soal penggunaan teknologi yang digunakan Luhut dan beredar sekira dua hari yang lalu tepatnya Minggu 5 April 2015.

"Juga proposal beliau tentang sistem IT beliau yang cukup memarkir mobil di depan KPU dan seluruh data-data bisa tersedot. Kami di Jl. Subang 3A --itu markas utama pemenangan Jokowi Mas-- terkagum-kagum membayangkan kehebatan teknologi Pak LBP sekaligus mengernyitkan dahi tentang proses kerja penyedotan data tadi. Saya yang pernah menjadi wartawan senyum-senyum saja sebab sedikit paham soal IT. Senyumanku semakin melebar saat membaca jumlah dan yang dibutuhkan untuk pengadaan teknologi sedot-menyedot tadi," tulis Akbar dalam pesan itu.
(kri)
Berita Terkait
Pergerakan Pemilih Baru...
Pergerakan Pemilih Baru di Kota Makassar Rendah
30.000 Orang Meninggal...
30.000 Orang Meninggal Dunia Masuk Data Pemilih di Sumenep, Ini Kata KPU
Jenazah Staf KPU Yahukimo...
Jenazah Staf KPU Yahukimo Dimakamkan di Sleman
KPU Minta Bantuan BSSN...
KPU Minta Bantuan BSSN hingga BIN Cek Dugaan Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2024
PDPB Oktober, KPU Coret...
PDPB Oktober, KPU Coret 11.080 Pemilih di Sulsel
KPU Tana Toraja Pastikan...
KPU Tana Toraja Pastikan PPDP Tidak Terpapar COVID-19
Berita Terkini
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved