Jadi Teman di Kemacetan

Sabtu, 04 April 2015 - 10:14 WIB
Jadi Teman di Kemacetan
Jadi Teman di Kemacetan
A A A
Game mobile memang memiliki daya tarik yang menggoda bagi kaum muda di Indonesia. Alasannya? Wah banyak sekali. Simak aja komentar Boyke Janstar Sitompul.

Alasan pertama memainkan game mobile adalah kepraktisan. Dulu ketika memainkan game, Boyke harus melakukannya di PC atau PlayStation, sambil terlebih dulu membeli DVD gamenya. Sekarang, bermodal internet, sebuah gamebisa langsung diunduh lewat smartphone.

”Enggak perlu yang terlalu canggih dan mahal. Yang harga Rp1,5 jutaan pun sudah bisa memainkan game dengan kualitas grafis yang baik,” ujar cowok berusia 25 tahun ini. Tingginya penetrasi smartphonedi Indonesia, terutama di kota-kota besar, menjadi alasan berikutnya terhadap minat bermain game yang tinggi. ”Sambil menunggu macet atau di sela-sela jam pergantian kuliah.

Ngegame di smartphone efektif untuk membunuh waktu,” katanya. Namun, penggemar Calsh of Clans dan Line Let’s Get Rich ini menyebut bahwa daya tarik utama game mobile saat ini adalah fitur yang memungkinkan bermain bersama dengan teman kendati berada di tempat yang berbeda.

”Bermain game tertentu itu membuat kita merasa kekinian. Di pergaulan, game seperti Plants Vs Zombie, Subway Surf, hingga Line Let’s Get Rich jadi topik pembicaraan. Karena itu, jika tidak ikutan main, kita enggak update,” katanya. Muhammad Hasyim As’ari yang sudah memainkan Line Let’s Get Rich sejak 2014 melihat bagaimana game tersebut selalu memberikan update dan menambahkan fitur baru sehingga tidak pernah sepi dan membosankan saat dimainkan.

”Setiap Selasa dan Jumat selalu ada update. Misalnya ada event tertentu yang memudahkan kita mendapatkan kartu S class, S pendant, Diamond, dan Gold,” katanya. Biasanya, Hasyim As’ari memainkan Line Let’s Get Rich saat sedang ngumpul atau ada jam kosong di kampus.

”Paling seru ketika menang melawan 4 pemain, memenangi Tourism Completion, atau memenangi eventyang sedang berlangsung. Misalnya mendapatkan kartu S/ S+ class,” ujarnya sambil mengakui bahwa banyak dari temannya yang “kecanduan” untuk bermain game.“Dalam sehari sulit untuk tidak memainkan game itu,” katanya.

Putri Anis Tiennianingsih
(bbg)
Berita Terkait
Jadi Senjata Pikat Cewek,...
Jadi Senjata Pikat Cewek, Ini Tips Mengasah Selera Humormu
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu...
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang
Tiga Jurnalis SINDO...
Tiga Jurnalis SINDO Raih Juara Lomba Tulis dan Foto Telkomsel
Telkom Indonesia dan...
Telkom Indonesia dan SINDO Makassar Perpanjang Kerjasama
HUT ke-16, Ini Link...
HUT ke-16, Ini Link Registrasi Webinar Koran Sindo: Tren Bank Digital dan Geliat UMKM Go International
Indonesiasentris & Pembangunan...
Indonesiasentris & Pembangunan Seluruh Rakyat Indonesia
Berita Terkini
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Kapolri Akui Polri Belum...
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Bonatua Ungkap Alasan...
Bonatua Ungkap Alasan Gugat Penyelenggara Pemilu hingga UGM terkait Legalisir Ijazah Jokowi
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved