Longsor di Kashmir, 15 Orang Tewas

Rabu, 01 April 2015 - 10:15 WIB
Longsor di Kashmir,...
Longsor di Kashmir, 15 Orang Tewas
A A A
SRINAGAR - Sedikitnya 15 orang tewas, termasuk bayi berusia tiga minggu, akibat longsor yang disebabkan hujan lebat yang melanda Desa Ladden, sekitar 35 kilometer sebelah barat Srinagar, Kashmir, India.

Menurut keterangan kepolisian setempat kemarin, longsoran tanah mengubur beberapa rumah. Bayi yang tewas tersebut ditemukan di pangkuan ibunya di bawah gunungan lumpur. Seluruh korban berasal dari dua keluarga. Mereka sudah berusaha menyelamatkan diri setelah hujan lebat dengan pindah ke rumah lain yang mereka kira lebih kuat.

Ternyata longsoran tanah justru menimbun rumah yang mereka singgahi. Bencana longsor tersebut terjadi pada Senin (30/3). Pihak berwenang langsung mengeluarkan peringatan banjir di wilayah Kashmir setelah Sungai Jhelum yang mengalir di sepanjang kota tersebut statusnya naik di atas level bahaya.

Rumah-rumah di Srinagar tergenang dan satu orang dinyatakan hanyut ketika mencoba untuk menyeberangi banjir bandang dengan mobil. Dalam tiga hari ke depan diperkirakan hujan lebat masih akan mengguyur wilayah tersebut. Pihak berwenang setempat mengingatkan bahaya banjir belum berakhir.

Pejabat setempat, Gazanfar Hussain, mengatakan, air akan meluap di sebagian besar wilayah di danau hilir dan berpotensi menimbulkan banjir. September tahun lalu ratusan orang tewas akibat banjir yang melanda Kashmir. Puluhan ribu orang juga telantar ketika banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan deras sejumlah wilayah di Kashmir dan Punjab.

Warga Srinagar menuduh pemerintah tidak berbuat banyak untuk mencegah terulangnya bencana serupa. Banyak yang mengatakan pemerintah gagal untuk mencegah banjir kembali datang. Sementara itu, polisi setempat menyatakan telah menyiapkan tim khusus untuk menangani banjir setelah menerima 30.000 panggilan dan pesan untuk secepatnya mengevakuasi warga Srinagar.

Ratusan tenda bantuan telah didirikan di kota yang pernah terpuruk oleh bencana banjir tahun lalu itu. Kepala Otoritas Manajemen Bencana Pakistan bagian Kashmir Akram Sohail mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan peringatan untuk tidak terlalu dekat dengan sungai. “Kami juga telah mengeluarkan peringatan naiknya volume air akibat hujan lebat dan banjir di wilayah India,” katanya kepada AFP.

Ananda nararya
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved