Pasek Tuding DPP Demokrat Skenariokan SBY Aklamasi
Rabu, 01 April 2015 - 10:04 WIB
Pasek Tuding DPP Demokrat Skenariokan SBY Aklamasi
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika menilai susunan kepanitiaan Kongres Partai Demokrat yang dibentuk DPP hanya bertujuan memuluskan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih secara aklamasi.
Dalam pandangannya, dengan menunjuk ketua steering committee (SC) Syarief Hasan dan ketua orginizing committee (OC) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), sama saja DPP membentuk tim sukses untuk SBY. Apalagi Syarief merupakan ketua harian DPP dan Ibas sekretaris jenderal (sekjen) DPP. “Itu bukan panitia, melainkan tim sukses, tepatnya panitia untuk aklamasi,” tudingnya di Gedung DPR kemarin.
Dia mengatakan, seharusnya yang menjadi ketua SC dan OC di luar ketua harian dan sekjen karena nantinya ketua SC dan OC akan mempertanggungjawabkan hasil kongres kepada ketua harian dan sekjen. “Masa lapor ke diri sendiri? Mestinya dicari orang di luar mereka, bisa wakil ketua umum atau pengurus DPP lain,” ujarnya.
Dengan susunan kepanitiaan seperti itu kandidat lain yang ingin maju menjadi putus harapan. Meski terlihat demokratis, kata Pasek, sesungguhnya terlihat ada upaya rekayasa untuk memuluskan upaya aklamasi. “Dampaknya akan ada degradasi kepercayaan publik terhadap Demokrat. Apakah kongres akan demokratis atau tidak, rakyat tahu dan tidak mudah ditipu,” ujarnya.
Pasek yang menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum di kongres di Surabaya, 11-13 Mei 2015 itu menyayangkan sikap para loyalis SBY yang dinilai tidak demokratis. Padahal, kata dia, mengingat SBY calon yang diklaim paling kuat, tidak perlu ada upaya rekayasa seperti itu. “Sayangnya sudah paling kuat kok masih menggunakan cara tidak demokratis. Kita mau yang penting proses dukungan itu sehat,” ujarnya.
Senada dengan Pasek, salah satu pendiri Partai Demokrat Raden Mas Haryo Heroe Syswanto atau akrab disapa Sys NS melihat DPP membuat desain untuk memuluskan SBY terpilih aklamasi. Alasannya, hal seperti itu tidak mencerminkan identitas Partai Demokrat. “Itu (kepanitiaan) untuk menyelamatkan dan mengamankan kongres. Kita sudah bicara dan usulkan, kalau tidak mau ya bagaimana lagi, selamat menikmati saja,” ujarnya kemarin.
Sementara itu, Syarief Hasan membantah dugaan bahwa pemilihan dirinya dan Ibas yang juga putra SBY adalah upaya untuk memuluskan langkah SBY menjadi ketua umum (ketum) Partai Demokrat periode 2015-2020. Dia menampik ada rekayasa untuk mengarahkan kongres agar berjalan aklamasi. “Saya pikir itu keliru, dipilihnya kami sebagai SC dan OC bukan rekayasa, tapi tanggung jawab dan bagian dari musyawarah mufakat.
Tapi memang kader Demokrat mau dia (SBY) kembali menjadi pemersatu,” ujarnya. Syarief mengklaim semua kader Demokrat di daerah, yakni 34 DPD dan 507 DPC yang memiliki hak suara, hampir seluruhnya mengusulkan SBY maju di kongres karena elektabilitasnya sangat tinggi. “Selain tokoh itu (SBY), belum ada usulan lain,” ujarnya.
Mula akmal
Dalam pandangannya, dengan menunjuk ketua steering committee (SC) Syarief Hasan dan ketua orginizing committee (OC) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), sama saja DPP membentuk tim sukses untuk SBY. Apalagi Syarief merupakan ketua harian DPP dan Ibas sekretaris jenderal (sekjen) DPP. “Itu bukan panitia, melainkan tim sukses, tepatnya panitia untuk aklamasi,” tudingnya di Gedung DPR kemarin.
Dia mengatakan, seharusnya yang menjadi ketua SC dan OC di luar ketua harian dan sekjen karena nantinya ketua SC dan OC akan mempertanggungjawabkan hasil kongres kepada ketua harian dan sekjen. “Masa lapor ke diri sendiri? Mestinya dicari orang di luar mereka, bisa wakil ketua umum atau pengurus DPP lain,” ujarnya.
Dengan susunan kepanitiaan seperti itu kandidat lain yang ingin maju menjadi putus harapan. Meski terlihat demokratis, kata Pasek, sesungguhnya terlihat ada upaya rekayasa untuk memuluskan upaya aklamasi. “Dampaknya akan ada degradasi kepercayaan publik terhadap Demokrat. Apakah kongres akan demokratis atau tidak, rakyat tahu dan tidak mudah ditipu,” ujarnya.
Pasek yang menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum di kongres di Surabaya, 11-13 Mei 2015 itu menyayangkan sikap para loyalis SBY yang dinilai tidak demokratis. Padahal, kata dia, mengingat SBY calon yang diklaim paling kuat, tidak perlu ada upaya rekayasa seperti itu. “Sayangnya sudah paling kuat kok masih menggunakan cara tidak demokratis. Kita mau yang penting proses dukungan itu sehat,” ujarnya.
Senada dengan Pasek, salah satu pendiri Partai Demokrat Raden Mas Haryo Heroe Syswanto atau akrab disapa Sys NS melihat DPP membuat desain untuk memuluskan SBY terpilih aklamasi. Alasannya, hal seperti itu tidak mencerminkan identitas Partai Demokrat. “Itu (kepanitiaan) untuk menyelamatkan dan mengamankan kongres. Kita sudah bicara dan usulkan, kalau tidak mau ya bagaimana lagi, selamat menikmati saja,” ujarnya kemarin.
Sementara itu, Syarief Hasan membantah dugaan bahwa pemilihan dirinya dan Ibas yang juga putra SBY adalah upaya untuk memuluskan langkah SBY menjadi ketua umum (ketum) Partai Demokrat periode 2015-2020. Dia menampik ada rekayasa untuk mengarahkan kongres agar berjalan aklamasi. “Saya pikir itu keliru, dipilihnya kami sebagai SC dan OC bukan rekayasa, tapi tanggung jawab dan bagian dari musyawarah mufakat.
Tapi memang kader Demokrat mau dia (SBY) kembali menjadi pemersatu,” ujarnya. Syarief mengklaim semua kader Demokrat di daerah, yakni 34 DPD dan 507 DPC yang memiliki hak suara, hampir seluruhnya mengusulkan SBY maju di kongres karena elektabilitasnya sangat tinggi. “Selain tokoh itu (SBY), belum ada usulan lain,” ujarnya.
Mula akmal
(bhr)