RS Gigi & Mulut Terbesar se-Asia Tenggara Dibangun di Tangerang

Rabu, 25 Maret 2015 - 02:08 WIB
RS Gigi & Mulut Terbesar...
RS Gigi & Mulut Terbesar se-Asia Tenggara Dibangun di Tangerang
A A A
TANGERANG - Rumah Sakit Gigi dan Mulut se-Asia Tenggara akan dibangun di Tangerang. RS Gigi dan Mulut Royal Dental Hospital (RDH) akan mulai dibangun pada Maret ini.

Direktur PT Royal Abadi Dentalindo Drg Jeddy mengatakan, pada 2015 ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia akan dimulai pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut swasta bagi masyarakat Indonesia. Visinya ini ditunjang pengalaman di dalam menangani manajemen rumah sakit khususnya gigi dan mulut.

"Kami komitmen untuk menjadi Rumah Sakit Gigi dan Mulut terdepan di Asia Tenggara," katanya saat ground breaking Royal Dental Hospital di Tangerang, Selasa (24/3/2015).

Dengan status rumah sakit swasta pertama dengan fasilitas 16 lantai pelayanan gigi, dia optimis rumah sakit ini menjadi terbesar se-Asia Tenggara. Dilengkapi emergency department untuk melayani kasus gawat darurat dengan cepat dan tepat. Didukung juga dengan unit general practice terbanyak di Asia Tenggara dan kemampuan terbesar dalam menangani pasien BPJS.

Rumah sakit ini direncanakan memiliki tujuh klinik spesialisasi untuk kasus konservasi, prostodonti, oral surgery, pedodonti, oral medicine, orthodonti dan periodonti. Fasilitas rawat inap juga disediakan untuk kasus yang menuntut perawatan intensif lanjutan.

"Kami mampu mempraktikkan layanan interdisiplin dan multidisiplin untuk kasus rumit di Indonesia," ungkapnya.

‎RDH juga memiliki pusat pelatihan dan auditorium untuk pertukaran ilmu akademis dan praktisi yang modern. Jeddy menuturkan, masalah SDM dokter dan paramedik andal menjadi salah satu masalah bagi rumah sakit baru.

Maka mereka pun menawarkan benefit lebih untuk mendapatkan dokter andal. Selain andal, lanjutnya, dokter dan paramedik juga harus komitmen untuk waktu dan jam praktik di rumah sakit serta memiliki kesabaran.

Jeddy mengakui, untuk mendirikan RDH membutuhkan investasi serius. Biaya yang besar diantaranya untuk membeli lahan, pendirian bangunan dan pengisian alat medis.

Terkait break even point (BeP) operational rata-rata dalam waktu 24 bulan tercepat. Sementara return of investment (ROI) bisa tercapai berdasarkan pilihan investasi. "Misalnya properti kelas A dengan perawatan medis standar Eropa dan Jepang maka ROI di atas lima tahun," terangnya.
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Pakar: Penanganan Kasus...
Pakar: Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Besar bagi Kejagung
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
Mahfud MD: Pelimpahan...
Mahfud MD: Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Dalam KUHAP
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved