Sehari Tanpa Kendaraan bagi PNS Tak Efektif

Selasa, 24 Maret 2015 - 10:21 WIB
Sehari Tanpa Kendaraan...
Sehari Tanpa Kendaraan bagi PNS Tak Efektif
A A A
BOGOR - Orogram satu hari tanpa kendaraan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah berjalan selama dua bulan sepertinya mulai diabaikan dan tidak efektif mengurai kemacetan.

Berdasarkan pantauan kebijakan yang berlaku setiap Senin itu sudah tidak terlihat lagi di lingkungan Balai Kota Bogor. Gerbang Kompleks Balai Kota Bogor yang setiap Senin ditutup rapat untuk kendaraan kemarin terbuka. Banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, milik PNS yang terparkir seperti saat sebelum kebijakan ini diberlakukan.

Kondisi tersebut diduga karena Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sudah hampir dua pekan mengikuti pelatihan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). SP, 32, salah satu PNS di bagian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, mengaku membawa kendaraan dengan alasan jika menggunakan angkutan umum, baik itu ojek maupun angkot, sangat boros. Ditambah lagi, kemacetan lalu lintas di Kota Bogor sudah tidak kenal waktu dan hari, khususnya di sekitar Kebun Raya Bogor.

”Kalau naik angkot macet dan saya sering telat apalagi kita wajib apel. Selain itu, banyak keluar uang jadi agak boros. Jadi terpaksa membawa motor,” ungkapnya. Staf perekonomian di Setda Kota Bogor ini mengaku, meski ada wali kota, banyak PNS yang membawa dan memarkir kendaraannya di kantor. ”Apalagi sekarang Pak Wali Kota enggak ada, jadi semakin banyak yang berani parkir di sini,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan MR, 41, staf bagian Hukum Kota Bogor yang kantornya masih dalam satu kompleks dengan Balai Kota Bogor. Dia membawa mobil dinas karena mengejar agenda pagi hari. ”Menurut saya enggak masalah kalau mobil dinas,” ucapnya. Saat dikonfirmasi, Bima Arya berjanji akan menindak tegas pelanggar dan mengevaluasi kebijakan tersebut. Selama kebijakan tersebut diberlakukan, Bima kerap menggunakan jasa angkot dan ojek saat menghadiri pertemuan atau agenda kedinasan.

”Kebijakan ini berlaku untuk semua PNS di lingkungan Pemkot Bogor agar setiap Senin tidak menggunakan kendaraan mobil dan motor. Jika masih ada kekurangan dan banyak yang mengabaikan, kita akan evaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan ini dikeluarkan untuk mengurangi kemacetan dan menghemat bahan bakar minyak (BBM). Untuk ke kantor, PNS bisa menggunakan angkot atau sepeda sebagai alat transportasi.

Haryudi
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Infografis
Tak Efektif Lawan China,...
Tak Efektif Lawan China, Taiwan Batalkan Proyek 60 Kapal Serbu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved