Memaknai Kembali Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Senin, 23 Maret 2015 - 12:03 WIB
Memaknai Kembali Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Memaknai Kembali Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
A A A
Masa depan negara Indonesia sepenuhnya bergantung pada tersedianya generasi muda yang bermutu.

Ironisnya, ancaman terhadap masa depan generasi muda Indonesia saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Secara nyata berbagai permasalahan sudah menerpa generasi muda Indonesia, seperti kasus begal yang melibatkan siswa-siswa sekolah, kasus kenakalan remaja seperti gang motor, vandalisme, tawuran antar pelajar, tingginya kasus narkoba, ancaman terorisme yang melibatkan generasi muda, virus korupsi dan berbagai tindakan intoleransi akibatnya rapuhnya nilai-nilai kebangsaan.

Karena begitu kompleks permasalahan yang dihadapi maupun mengancam generasi muda Indonesia, sehingga menjadi keprihatinan nasional. Contohnya, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam untuk menyelamatkan generasi muda dari narkoba hingga Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia dalam Darurat Narkoba.

Kementerian Pendidikan juga sudah berkali-kali mengganti kurikulum dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan, bahkan program peningkatan mutu pendidikan dengan meningkatkan mutu pendidik sudah dijalankan, namun belum mampu mengurai aneka permasalahan generasi muda secara maksimal. Tak bisa dimungkiri bahwa pendidikan adalah kawah Candradimuka untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Ironisnya berbagai permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sudah disampaikan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara jauh-jauh hari sebelum Indonesia merdeka, namun seolah masih menjadi sesuatu yang baru. Menurut hemat saya, pengkajian kembali konsep dan pemikiran Bapak Pendidikan Nasional Indonesia tentang pendidikan perlu dilakukan.

Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara juga disebut Sang Maestro Pendidikan Indonesia karena telah meletakkan fondasi dasar konsep-konsep dan pemikirannya tentang pendidikan. Pemikiran beliau tentang pendidikan yang diperkenalkan jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia masih sangat relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara juga tidak kalah dengan pemikiran dan teori pendidikan modern. Misalnya, Ki Hadjar Dewantara jauh lebih dulu mengenalkan konsep Tri- Nga yang terdiri dari Ngerti (kognitif), Ngrasa (afektif) dan Nglakoni (psikomotorik) dari Taxonomy Bloom (cognitive, affective, psychomotor) yang terkenal.

Konsep-konsep Ki Hadjar Dewantara tersebut diimplementasikan di Tamansiswa yang berdiri 3 Juli 1922, sedangkan Taxonomy Bloom dikenalkan pada tahun 1956 oleh Dr Benjamin Bloom. Ini salah satu bukti jika pemikiran Ki Hadjar Dewantara tidak kalah dengan ilmuwan barat.

Ki Hadjar Dewantara sebagai pejuang pendidikan sangat peduli dengan mutu pendidikan di Indonesia. Di berbagai literatur, beliau memiliki kekhawatiran yang tinggi jika pendidikan di Indonesia sampai keluar dari rel yang seharusnya. Apa yang telah dikhawatirkan oleh Ki Hadjar Dewantara telah menjadi kenyataan saat ini.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1257 seconds (11.97#12.26)