Kuatkan Golkar Bali, Nurdin Sebut 80% Hasil Munas Ancol Palsu
Senin, 16 Maret 2015 - 00:15 WIB
Kuatkan Golkar Bali, Nurdin Sebut 80% Hasil Munas Ancol Palsu
A
A
A
JAKARTA - Hubungan Partai Golkar kubu Munas Bali dan Munas Jakarta semakin memanas pasca putusan Menkumham Yasonna Laoly yang memenangkan Agung Laksono Cs. Pihak Aburizal Bakrie lantas menempuh jalur hukum atas keputusan yang dinilai tidak adil tersebut.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Nurdin Halid meminta seluruh kader partai berlambang beringin di Bali bersabar terhadap situasi yang memanas saat ini. Nurdin Halid meyakinkan bahwa Munas Bali adalah munas yang sah Partai Golkar.
Pasalnya, hampir 100% ketua DPD I dan DPD II seluruh di Indonesia menghadiri Munas Bali. Sementara, lanjutnya, orang-orang yang hadir di Munas Ancol adalah kader-kader yang tidak berkompeten atau tidak memiliki kapasitas tinggi di dalam partai.
"Secara keseluruhan pemilik hak suara yang datang Munas di Bali sekitar 546 suara, sementara Munas Ancol hanya ada 276 peserta dan 80% palsu semuanya itu palsu," ujarnya saat memberikan penguatan kepada kader Golkar di Bali, Minggu (15/3/2015).
Dia menilai, kader yang menghadiri Munas di Ancol tidak memiliki kewenangan atau tidak memiliki hak suara. Lanjutnya, saat ini sudah terbukti bahwa tanda tangan yang dipakai di Munas Ancol palsu.
"Mereka yang datang ke Munas Ancol adalah orang-orang sangat kerdil dan pemikirannya masih dangkal," jelasnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Nurdin Halid meminta seluruh kader partai berlambang beringin di Bali bersabar terhadap situasi yang memanas saat ini. Nurdin Halid meyakinkan bahwa Munas Bali adalah munas yang sah Partai Golkar.
Pasalnya, hampir 100% ketua DPD I dan DPD II seluruh di Indonesia menghadiri Munas Bali. Sementara, lanjutnya, orang-orang yang hadir di Munas Ancol adalah kader-kader yang tidak berkompeten atau tidak memiliki kapasitas tinggi di dalam partai.
"Secara keseluruhan pemilik hak suara yang datang Munas di Bali sekitar 546 suara, sementara Munas Ancol hanya ada 276 peserta dan 80% palsu semuanya itu palsu," ujarnya saat memberikan penguatan kepada kader Golkar di Bali, Minggu (15/3/2015).
Dia menilai, kader yang menghadiri Munas di Ancol tidak memiliki kewenangan atau tidak memiliki hak suara. Lanjutnya, saat ini sudah terbukti bahwa tanda tangan yang dipakai di Munas Ancol palsu.
"Mereka yang datang ke Munas Ancol adalah orang-orang sangat kerdil dan pemikirannya masih dangkal," jelasnya.
(kri)