Kelompok Bersenjata Rampok Perhiasan Senilai Rp145,11 Miliar

Kamis, 12 Maret 2015 - 11:10 WIB
Kelompok Bersenjata...
Kelompok Bersenjata Rampok Perhiasan Senilai Rp145,11 Miliar
A A A
PARIS - Sekelompok pria bersenjata merampok dua mobil yang membawa perhiasan senilai USD11 juta (Rp145,11 miliar) di jalur tol Paris, Prancis. Polisi mengejar sekitar 15 perampok itu dan mempersempit pergerakan mereka.

Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa di belakang aksi perampokan pada Selasa (11/3) tengah malam di Distrik Yonne sekitar 200 km tenggara Paris itu. “Perhiasan senilai sembilan juta euro (USD11 juta) dirampok,” ujar sumber kepolisian yang tak disebutkan namanya, dikutip AFP . Polisi memperluas wilayah pencarian dan menggunakan helikopter untuk memburu para tersangka.

Sumber kepolisian mengungkapkan, 15 perampok itu menggunakan senjata api dan sangat berbahaya. Jaksa penuntut mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam perampokan itu. Gardu tol yang menjadi lokasi perampokan juga tidak mengalami kerusakan. “Mereka bekerja sangat profesional,” ungkap jaksa penuntut yang tak disebutkan namanya.

Mobil berisi perhiasan yang dikuasai perampok ditemukan di sebuah lapangan di dekat gardu tol. Mobil itu dibakar perampok untuk menghilangkan jejak. Belum jelas, bagaimana perampokan itu berjalan sangat rapi. Serangan terhadap kendaraan yang mengangkut perhiasan atau uang tunai membutuhkan perlengkapan khusus seperti bahan peledak dan senjata api.

Perampokan bersenjata api mulai marak pada 2000. Namun, akhir tahun ini perampokan bernilai jutaan dolar semakin marak. Sebelumnya perampokan besar-besaran terjadi pada 2009 ketika supir mobil Toni Musulin melarikan mobil berisi 11,5 juta euro (Rp161 miliar) yang baru diambilnya dari Bank of France. Aksi Musulin dilakukan setelah dia meninggalkan dua kawannya.

Polisi menemukan 9,11 juta euro (Rp127 miliar) di garasi mobil di Lyon. Setelah 10 hari melarikan diri, Musulin menyerahkan diri. Perampokan perhiasan paling spektakuler di Paris terjadi di toko perhiasan Harry Winston pada 2007. Saat itu empat perampok merampok dengan cara menginap di toko itu dengan bantuan seorang petugas keamanan. Mereka mencuri perhiasan senilai lebih dari 32 juta euro (Rp447 miliar).

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved