Yusril Minta Jokowi Evaluasi Menkumham
Kamis, 12 Maret 2015 - 09:41 WIB
Yusril Minta Jokowi Evaluasi Menkumham
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo diminta untuk mengevaluasi kinerja Kementerian Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Yusril menilai Yasonna dua kali melakukan kekeliruan dalam mengesahkan kepengurusan partai politik yang sedang berkonflik.
Penilaian itu diberikan kuasa hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie atau Ical, Yusril Ihza Mahendra. "Saya menegaskan bahwa Presiden Jokowi harus segera mengevaluasi kinerja Menkumham dalam pengesahan pengurus parpol" kata Yusril melalui akun Twitternya "@Yusrilihza_Mhd, Kamis (12/3/2015) pagi.
Menurut pakar hukum tata negara itu, dua kekeliruan itu dilakukan Yasonna dalam mengesahkan kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan kubu M Romahumurizy.
"Kini Menkumham bakal bikin kesalaha lagi dengan surat yang dikirimkannya ke DPP Golkar yang mengisyaratkan akan mengakui kubu Agung Laksono" cuit Yusril.
Dia meminta Jokowi untuk mengambil langkah cepat supaya tidak terjadi kesalahan fatal pada kemudian hari. "Mumpung SK pengesahan kubu Agung blm diterbitkan maka selayaknya Jokowi bertindak cepat cegah Yasonna bikin kesalahan fatal lagi" tulis Yusril.
Penilaian itu diberikan kuasa hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie atau Ical, Yusril Ihza Mahendra. "Saya menegaskan bahwa Presiden Jokowi harus segera mengevaluasi kinerja Menkumham dalam pengesahan pengurus parpol" kata Yusril melalui akun Twitternya "@Yusrilihza_Mhd, Kamis (12/3/2015) pagi.
Menurut pakar hukum tata negara itu, dua kekeliruan itu dilakukan Yasonna dalam mengesahkan kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan kubu M Romahumurizy.
"Kini Menkumham bakal bikin kesalaha lagi dengan surat yang dikirimkannya ke DPP Golkar yang mengisyaratkan akan mengakui kubu Agung Laksono" cuit Yusril.
Dia meminta Jokowi untuk mengambil langkah cepat supaya tidak terjadi kesalahan fatal pada kemudian hari. "Mumpung SK pengesahan kubu Agung blm diterbitkan maka selayaknya Jokowi bertindak cepat cegah Yasonna bikin kesalahan fatal lagi" tulis Yusril.
(dam)