Bambang Widjojanto Diminta Patuhi Hukum Stop Beropini

Minggu, 08 Maret 2015 - 14:28 WIB
Bambang Widjojanto Diminta...
Bambang Widjojanto Diminta Patuhi Hukum Stop Beropini
A A A
JAKARTA - Berulang kali Bambang Widjojanto (BW) tidak memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu.

Bambang diketahui lebih memilih bermain opini publik, bersama kuasa hukumnya melalui media massa. Bahkan pembentukan opini terus dilakukan Bambang bersama pendukungnya.

Terakhir sinyalemen pembentukan opini dilakukan Bambang saat berkunjung ke Istana untuk menemui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Jumat 6 Maret 2015.

Pada kesempatan itu Bambang bersama mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana dan mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein.

Pakar Hukum Pidana Universita Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakir mengatakan, langkah yang ditempuh Bambang Widjojanto cenderung pembentukan opini publik.

Sebab untuk membuktikan sangkaannya salah, bukan dengan beropini di media massa apalagi datang ke pemerintah.

"Kalau kasus Pak BW soal mengarahkan saksi itu dianggap tidak on the track ya dibuktikan secara hukum, tapi kalau benar maka harus dihormati," ujar Mudzakir saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Minggu (8/3/2015).

Dia menilai, kedatangan Bambang ke Mensesneg semakin sulit dibenarkan jika dikaitkan dengan proses hukum yang dijalaninya.

Meski kedatangan dia karena dalih meminta pemerintah menghentikan proses kriminalisasi terhadap KPK dan para pendukungnya, namun permintaan itu cukup dibuktikan melalui proses hukum.

"Kalau yang dilakukan BW itu justru menghancurkan sistem hukum, tapi juga menurunkan wibawa eksekutif. Jadi lebih baik datang saja ke pemeriksaan bukan ke eksekutif," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Wakil Ketua DPR RI Azis...
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Ditangkap KPK di Rumah
Wakil Ketua DPRD Jatim...
Wakil Ketua DPRD Jatim yang Ditangkap KPK Diduga Berinisial STS
Ketua-Wakil Ketua PN...
Ketua-Wakil Ketua PN Depok Ditangkap KPK, KY: Ternyata Masalah Integritas, Bukan Kesejahteraan
Pesan Gus Mus, Mantan...
Pesan Gus Mus, Mantan Wakil Ketua KPK: Kita Nasihati Pemimpin juga Masyarakat
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
OTT Noel Ebenezer, KPK...
OTT Noel Ebenezer, KPK Sita Puluhan Mobil hingga Motor Ducati
Berita Terkini
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved