Sumbar Gempa 6,0 SR, Pasien Berhamburan

Rabu, 04 Maret 2015 - 11:35 WIB
Sumbar Gempa 6,0 SR,...
Sumbar Gempa 6,0 SR, Pasien Berhamburan
A A A
PADANG - Gempa dengan kekuatan 6,0 Skala Richter (SR) mengguncang Sumatera Barat, sore kemarin pukul 17.37 WIB.

Cukup besarnya gempamembuat guncangan terasa hingga Kota Padang. Puluhan pasien di RS M Djamil Padang pun terlihat panik. Puluhan pasien berhamburan keluar dan terlihat panik. Mereka berlari keluar ruangan dan membawa sejumlah barang berharga karena takut terjadinya gempa susulan yang lebih kencang. Bahkan, sejumlah tempat pembelian obat dan apotek di kawasan rumah sakit ini langsung tutup dan tidak melayani pasien karena takut.

Akibat gempa tersebut, sebagian besar pasien memilih dirawat di luar ruangan untuk sementara waktu. Rosna dan Nazarudin, keluarga pasien, mengaku trauma dengan kejadian gempa beberapa tahun yang lalu. Gempa kemarin berlokasi di 0.84 lintang selatan-98.52 bujur timur, dengan kedalaman 26 km. Gempa di 179 km barat daya Pariaman itu tidak berpotensi tsunami. Di Pariaman dilaporkan tidak ada kerusakan dan korban jiwa.

Lokasi gempa tepatnya di sekitar Kepulauan Mentawai, dekat Pulau Siberut. Setelah gempa, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman Azrizal mengimbau masyarakat setempat tetap waspada jika terjadi gempa susulan melanda kota itu. BPBD mengimbau warga keluar rumah guna menghindari tertimpa reruntuhan bangunan. Pen, salah seorang warga Pariaman, menyatakan getaran gempa dirasa warga sangat kuat.

“Warga saat terjadi gempa ada keluar rumah,” katanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terasa hampir di seluruh kabupaten/ kota di Sumatera Barat. Staf Analisis BMKG Padangpanjang Widya meminta masyarakat tetap waspada jika terjadi gempa.

“Segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” katanya. Badrul, pakar gempa, mengatakan bahwa saat purnama cukup sering terjadi gempa besar mengingat posisi bulan, bumi, dan matahari sejajar sehingga gaya gravitasi yang dihasilkan kuat.

“Ini memengaruhi gesekan lempeng yang bertumbukan untuk melepaskan energi,” katanya. Pada segmen Siberut, Sipora, dan Pagai di Kabupaten Kepulauan Mentawai, terdapat tumbukan lempeng yang memicu gempa di atas 8 SR dengan periode setiap 200 tahun sekali.

Sindonews/ant
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Presiden PKS: Olahraga...
Presiden PKS: Olahraga Jadi Jembatan Pembangunan Mental Generasi Muda
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Putusan MK Baru Langkah...
Putusan MK Baru Langkah Awal, IAW Dorong Restitusi Historis Kuota Internet Hangus
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved