Menko Polhukam: Ancaman ISIS Harus Terus Diwaspadai
Selasa, 03 Maret 2015 - 17:11 WIB
Menko Polhukam: Ancaman ISIS Harus Terus Diwaspadai
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno menilai aksi terorisme dan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) harus terus diwaspadai.
"Ya ini sudah mendunia. Oleh karena itu Indonesia harus mewaspadai ancaman ISIS agar tidak terjadi," kata Tedjo di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2015).
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, pencegahan harus diutamakan, tapi kalau ada gerakan maka harus ditindak tegas. Dia memberikan contoh beberapa upaya pencegahan terjadinya teror.
"Banyak, melalui pembinaan-pembinaan, melalui agama, budaya, salah satu cara untuk melaksanakan pencegahan," imbuhnya.
Diakui Tedjo, ada warga Indonesia pergi keluar luar negeri, tapi kemudian tidak jelas keberadaannya. Dia secara khusus mewaspadai kepergian WNI ke Timur Tengah, Siria, dan Turki.
Bahkan, ada modus baru saat hendak pergi ke luar negeri yakni dengan menggunakan tour. Bahkan, ada travel yang diduga ikut terlibat di dalamnya.
"Iya (Tour travelnya terdaftar), mereka harus mempertanggungjawabkan ini. Dan sampai kapan mereka kembali kan dari travel itu kan ada, waktu kembalinya dan kita cek siapa saja yang belum kembali," tegasnya.
"Ya ini sudah mendunia. Oleh karena itu Indonesia harus mewaspadai ancaman ISIS agar tidak terjadi," kata Tedjo di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2015).
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, pencegahan harus diutamakan, tapi kalau ada gerakan maka harus ditindak tegas. Dia memberikan contoh beberapa upaya pencegahan terjadinya teror.
"Banyak, melalui pembinaan-pembinaan, melalui agama, budaya, salah satu cara untuk melaksanakan pencegahan," imbuhnya.
Diakui Tedjo, ada warga Indonesia pergi keluar luar negeri, tapi kemudian tidak jelas keberadaannya. Dia secara khusus mewaspadai kepergian WNI ke Timur Tengah, Siria, dan Turki.
Bahkan, ada modus baru saat hendak pergi ke luar negeri yakni dengan menggunakan tour. Bahkan, ada travel yang diduga ikut terlibat di dalamnya.
"Iya (Tour travelnya terdaftar), mereka harus mempertanggungjawabkan ini. Dan sampai kapan mereka kembali kan dari travel itu kan ada, waktu kembalinya dan kita cek siapa saja yang belum kembali," tegasnya.
(kri)