Perahu Karam, 8 Nelayan Hilang

Rabu, 25 Februari 2015 - 13:36 WIB
Perahu Karam, 8 Nelayan...
Perahu Karam, 8 Nelayan Hilang
A A A
SIDOARJO - Delapan nelayan asal Besuki dan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur hilang ditelan ombak setelah perahu yang mereka gunakan mencari ikan tenggelam di Selat Madura, dekat Situbondo, Senin (23/2) malam.

“Sebanyak sembilan nelayan sudah ditemukan tadi malam (Senin, 23/2) dan tadi pagi (kemarin), sementara delapan orang lainnya masih dalam pencarian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo Zainul Arifin, kemarin. Dia menjelaskan Kapal Motor (KM) Slerek Harmonis yang ditumpangi 17 nelayan itu berangkat mencari ikan sejak Senin (23/2) sore.

Namun, malam harinya turun hujan deras disertai angin kencang. Alhasil, gelombang laut pun meningkat dan menghantam perahu milik Rohim, 28, itu hingga terbalik dan tenggelam. Para nelayan itu terombangambing di perairan Paiton atau sebelahutaraPembangkitListrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dua nelayan diselamatkan nelayan lainnya Senin (23/2) malam, sedangkan tujuh orang lainnya diselamatkan kemarin pagi.

Kesembilan nelayan selamat tersebut adalah Buyan alias Landri, 50, Lin, 45, nakhoda kapal Juhari, 52, Yono, 31, Sunarso, 30, P Son, 60, Sumawi, 23, Ali, 27, dan Hari, 32. Sementara delapan nelayan yang masih dalam pencarian adalah Wasil, 40, Wasid, 75, Muslim, 38, Ridwan, P Raden, 30, Junaidi, 35, Samawi, 23, dan P Tatik. Buyan, salah seorang nelayan selamat, menuturkan bahwa dia bersama teman temannya belum sempat menebar jaring saat dihantam ombak hingga mengakibatkan kapalnya tenggelam.

“Kami saat itu belum sempat tebar jaring, tapi masih memancing,” kata Buyan. Menurutnya, kapal nelayannya tenggelam setelah diterjang gelombang besar dari arah belakang sehingga air memenuhi badan kapal motornya. Meskipun dia bersama teman temannya berusaha menguras air yang memenuhi perahu, karena air laut semakin banyak akhirnya para nelayan menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan diri masing-masing.

“Saya selamat karena memegang pelampung dan akhirnya ditemukan nelayan di laut,” ujarnya. Selain BPBD, pencarian dibantu tim Basarnas Surabaya yang mengerahkan kapal reaksi cepat serta menurunkan 25 anggota pasukannya, tim Polairud Polres Situbondo, dan masyarakat nelayan. “Kami tim SAR mengerahkan dua perahu untuk mencari para korban, ditambah lagi dua perahu nelayan yang ikut melakukan pencarian,” kata Zainul Arifin.

Tim SAR gabungan baru menghentikan sementara pencarian delapan nelayan hilang, kemarin sore. Menurut Zainul, keputusan penghentian itu dilakukan karena dia menilai kondisi sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan operasi, terutama karena waktu sudah menjelang malam serta cuaca yang buruk tidak mendukung untuk dilakukan pencarian. Alhasil, pencarian pun akan dilanjutkan mulai pagi ini.

“Dari tim yang melakukan pencarian telah menemukan lokasi dengan kondisi jaring yang terapung kocar-kacir. Untuk perahunya memang belum ditemukan, kemungkinan ada di dasar laut. Dalampencarianbesok(hari ini), kami akan dibantu KM 225 milik Basarnas Surabaya. Mereka akan datang dan bersandar di Pelabuhan Paiton nanti malam (tadi malam),” ujar Zainul.

Sementara Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Poer Laksono menambahkan, pihaknya siap terus membantu melakukan pencarian dalam tim gabungan. “Pihak kami sendiri mengerahkan semua personel untuk menyisir pencarian sejauh 21 mil di perairan Selat Madura.

Diupayakan di pesisir wilayah Probolinggo,” jelas AKP Laksono. Yang jelas, tenggelamnya kapal di Selat Madura ini bukan sekali ini terjadi. Bahkan 4 Januari lalu, nasib serupa menimpa 13 nelayan dari Kalbut, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Perahu Arjuna yang mereka tumpangi untuk mencari ikan tenggelam dan mereka hilang ditelan ombak.

P juliatmoko/Ant
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved