269 Mantan Legislator Thailand Didakwa Korupsi

Rabu, 25 Februari 2015 - 13:24 WIB
269 Mantan Legislator...
269 Mantan Legislator Thailand Didakwa Korupsi
A A A
BANGKOK - Komisi Antikorupsi Nasional (NACC) Thailand kemarin mendakwa 269 mantan anggota legislatif atas tuduhan korupsi.

Direktur riset Institut Urusan Asia Tenggara yang berafiliasi dengan Universitas Chiang Mai, Paul Chambers, menilai dakwaan tersebut sebagai upaya untuk menghapus pengaruh keluarga Shinawatra dalam kancah perpolitikan Thailand.

Saat ini Thailand sedang dalam status darurat militer, setelah terjadinya krisis politik sejak tahun lalu. Pemimpin Thailand saat ini, Jenderal Prayuth Chanocha, mengatakan bahwa pihaknyaakanmengembalikansistem pemerintahan kepada rakyat melalui pemilu yang akan dilangsungkan 2016 mendatang.

Pelaksanaan pemilu ini mundur satu tahun dari rencana awal. Sejak 2001, pemilu Thailand selalu dimenangkan keluarga Shinawatra. Terakhir, Yingluck Shinawatra terpilih menjadi perdana menteri (PM) pada 2011. Namun pada 2014, Yingluck digulingkan dan diganti PM sementara, sebelum akhirnya dikudeta militer pada 22 Mei. Serangkaian masa lalu kelam itu menjadi pelajaran berharga bagi Thailand.

Namun, menurut Chambers, sejarah tersebut tetap membuat militer khawatir keluarga Shinawatra akan kembali memenangi pemilu 2016 mendatang. Karena itu, jika melihat situasi politik saat ini, pengaruh Shinawatra sedang dihilangkan kaum royalis . Hal itu bukan tanpa fakta. Sekitar 223 mantan legislator yang didakwa NACC merupakan bagian dari Partai Pheu Thai (PTP) yang merupakan pengembangan dari partai yang didirikan mantan PM Thaksin Shinawatra, Partai Politik Thai.

Jika terbukti bersalah, hakim kemungkinan besar akan melarang mereka berkiprah di dunia politik selama lima tahun. Semuamantanlegislatoryang dipanggil itu tersangkut kasus korupsi pada 2013. Upaya pembasmian para pentolan PTP dari dunia politik akan memperkecil partisipasi, sekaligus peluang keluarga Shinawatra memenangi pemilu tahun depan. Chambers menilai langkah ini untuk menghancurkan “mesin” politik Shinawatra. “Ini bagian dari upaya menghancurkan Shinawatra,” ujar Chambers, dikutip Reuters.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved