Satu Bulan Penertiban, 24.902 Pelanggar Ditindak

Selasa, 24 Februari 2015 - 10:58 WIB
Satu Bulan Penertiban,...
Satu Bulan Penertiban, 24.902 Pelanggar Ditindak
A A A
JAKARTA - Sebanyak 24.902 pelanggar ditindak dalam operasi tematik lalu lintas yang dilakukan mulai 19 Januari hingga 21 Februari 2015.

Tema penertiban selama satu bulan itu yakni pelanggaran marka jalan. ”Dari 24.902 kasus itu, yang ditilang sebanyak 16.853 pelanggar dan sisanya 8.049 diberikan teguran,” ungkap Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono kemarin.

Dia menyebutkan, pengendara sepeda motor yang paling tidak tertib dengan jumlah pelanggar mencapai 14.208 pengendara. Mikrolet sebanyak 1.087 pelanggar, mobil pribadi 741 pelanggar, metromini 268 pelanggar, taksi 229 pelanggar, kendaraan barang 218 pelanggar, serta bus 102 pelanggar. ”Rata-rata ditilang karena melanggar stop line,” ujarnya.

Barang bukti yang disita dari para pelanggar yakni 10.739 lembar STNK dan 6.114 lembar SIM. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul, masih banyak pelanggaran akibat masih minim kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. ”Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan sehingga tidak perlu ada polisi di jalan karena rambu, marka jalan itu juga benda hukum yang hidup yang seharusnya dipatuhi,” ungkapnya.

Penertiban tematik berupa pelanggaran marka jalan ini salah satu upaya kepolisian dalam mendukung program 5 Tertib yang diusung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yakni Tertib Lalu Lintas, Tertib PKL, Tertib Sampah, Tertib Hunian, dan Tertib Demo.

Penertiban tematik dilakukan tiap dua bulan sekali dengan tema berbeda-beda. Pada Maret- April, sasaran penertiban adalah pelanggaran melawan arus. Jumlah pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor cukup banyak, menurut Martinus, itu wajar karena mereka kerap berkendara secara ugalugalan.

Para pengendara juga tidak melengkapi dengan helm, surat-surat, dan lampu. Pihaknya terus mengupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dengan sistem jemput bola salah satunya pendekatan dengan berbagai komunitas motor.

Helmi syarif
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved