Bola Panas di DPR Terkait Kapolri
Sabtu, 21 Februari 2015 - 13:52 WIB
Bola Panas di DPR Terkait Kapolri
A
A
A
JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri, dinilai masih belum diterima semua pihak.
Pengamat kepolisian Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto mengatakan, keputusan Jokowi tersebut sekaligus membatalkan pencalonan Budi Gunawan yang juga memiliki dukungan dari masyarakat.
Dengan begitu kata dia, persoalan saat ini menjadi bertambah dan bola panas ada di DPR yang akan kembali memutuskan persetujuan meloloskan Badordin Haiti.
"Artinya bola panas saat ini ada di tangan DPR," ujar Sisno dalam diskusi Polemik SINDO Trijaya FM di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2015).
"Kondisinya belum bisa dibilang aman karena tidak menutup kemungkinan terjadi impeachment," imbuhnya.
Kendati demikian, Sisno menyatakan bahwa siapapun yang akan memegang tongkat pemimpin Polri, dia memastikan anggotanya akan tetap solid dan patuh. Sebab institusi kepolisian tidak memilah dan memilih siapapun atasannya.
"Yang membedakan adalah pengalaman dan kapasitasnya. Seberapa jauh calon pimpinan ini punya kedekatan dengan masyarakat," tandas Sisno.
Pengamat kepolisian Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto mengatakan, keputusan Jokowi tersebut sekaligus membatalkan pencalonan Budi Gunawan yang juga memiliki dukungan dari masyarakat.
Dengan begitu kata dia, persoalan saat ini menjadi bertambah dan bola panas ada di DPR yang akan kembali memutuskan persetujuan meloloskan Badordin Haiti.
"Artinya bola panas saat ini ada di tangan DPR," ujar Sisno dalam diskusi Polemik SINDO Trijaya FM di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2015).
"Kondisinya belum bisa dibilang aman karena tidak menutup kemungkinan terjadi impeachment," imbuhnya.
Kendati demikian, Sisno menyatakan bahwa siapapun yang akan memegang tongkat pemimpin Polri, dia memastikan anggotanya akan tetap solid dan patuh. Sebab institusi kepolisian tidak memilah dan memilih siapapun atasannya.
"Yang membedakan adalah pengalaman dan kapasitasnya. Seberapa jauh calon pimpinan ini punya kedekatan dengan masyarakat," tandas Sisno.
(maf)