Jauhi PDIP, Dukungan Politik Jokowi Melemah

Kamis, 12 Februari 2015 - 23:45 WIB
Jauhi PDIP, Dukungan...
Jauhi PDIP, Dukungan Politik Jokowi Melemah
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan untuk berhati-hati terhadap pihak yang berupaya menjauhkannya dari Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) di balik kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Polri.

Jika tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin dukungan politik kepada Jokowi melemah.

"Momentum ini kalau tidak disadari oleh Joko Widodo akan membuat dirinya menjadi lemah secara politik. Apapun Joko Widodo lahir dari PDIP, dan tumbuh berkembang dengan pijakan PDIP sehingga bisa berada pada posisi tertinggi saat ini," tutur Karel Susetyo, Direktur Eksekutif Point Indonesia, Kamis (12/2/2015).

Menurut Karel, di balik konflik KPK-Polri tersirat sebuah pesan politik yang serius kepada Presiden agar menjauh dan bahkan secara ekstrem berpisah dengan PDIP.

Dia menyarankan Jokowi menjaga kesinambungan hubungan dengan partai yang membesarkannya sejak maju menjadi Wali Kota Solo.

Pilihan politik Jokowi pun, kata dia, selayaknya sejalan dengan kebijakan PDIP yang membawa sebagian besar aspirasi rakyat melalui keberhasilannya sebagai partai pemenang Pemilu 2014.

Pada kasus Budi Gunawan, misalnya, lanjut Karel, PDIP tentu punya pertimbangan matang dalam mendukung pencalonannya sebagai kapolri oleh sang presiden.

Artinya, dukungan itu tak semata didasari pada kedekatan BG dengan PDIP saja. "Tapi mungkin juga karena BG (Budi Gunawan) dianggap mampu menjalankan program Nawa Cita dalam bidang hukum dan keamanan," kata Karel.

Menurut dia, PDIP mungkin juga memandang Presiden Jokowi sepantasnya segera melantik Budi sebagai Kapolri karena hal itu sesuai dengan Undang-undang Kepolisian.

"Kalau tidak melantik BG sebagai Kapolri akan dianggap sebuah tindakan fatal di masa awal pemerintahannya. Selain juga menunjukkan Jokowi tak seiring sejalan dengan partainya sendiri, yakni PDIP," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved