Wakapolri Minta Pemimpin KPK Melapor jika Merasa Terzalimi
Kamis, 12 Februari 2015 - 18:16 WIB
Wakapolri Minta Pemimpin KPK Melapor jika Merasa Terzalimi
A
A
A
JAKARTA - Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti angkat bicara terkait maraknya laporan yang ditujukan kepada jajaran pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Seperti diketahui, sejak polemik antara KPK dan Polri mencuat, seluruh jajaran pemimpin KPK telah dipolisikan.
Pelapornya beragam, mulai dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga mantan hakim Pengadilan Negeri (PN) di Jakarta.
"Prinsip Polri, setiap laporan kita lakukan penyelidikan," kata Badrodin saat menerima ulama se-Jabodetabek di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2015).
"Setelah yakin ada tindak pidana, baru kita lakukan penyidikan, tetapkan tersangka dan kita serahkan berkasnya ke kejaksaan," imbuhnya.
"Bisa saja saya merasa dizalimi, menjadi korban, ya silakan melapor. Yang salah akan kita proses, yang benar kita dudukkan di tempat sebenarnya," tuturnya.
Terkait hubungan Polri dan KPK yang tengah meruncing dan mulai merembet ke wilayah politik, Badrodin berharap agar kondisi ini segera membaik.
"Kasus ini telah mengembang ke mana-mana termasuk ke politik, saya berharap semoga cepat selesai. Sehingga kita bisa melakukan program di 2015 ini," kata Badrodin.
"Dengan kehadiran tokoh agama ini, saya mohon doa restunya mudah-mudahan ini bisa diselesaikan segera. Kita anggap ini ujian dari Allah SWT. Pasti ada solusinya," tandasnya.
Seperti diketahui, sejak polemik antara KPK dan Polri mencuat, seluruh jajaran pemimpin KPK telah dipolisikan.
Pelapornya beragam, mulai dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga mantan hakim Pengadilan Negeri (PN) di Jakarta.
"Prinsip Polri, setiap laporan kita lakukan penyelidikan," kata Badrodin saat menerima ulama se-Jabodetabek di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2015).
"Setelah yakin ada tindak pidana, baru kita lakukan penyidikan, tetapkan tersangka dan kita serahkan berkasnya ke kejaksaan," imbuhnya.
"Bisa saja saya merasa dizalimi, menjadi korban, ya silakan melapor. Yang salah akan kita proses, yang benar kita dudukkan di tempat sebenarnya," tuturnya.
Terkait hubungan Polri dan KPK yang tengah meruncing dan mulai merembet ke wilayah politik, Badrodin berharap agar kondisi ini segera membaik.
"Kasus ini telah mengembang ke mana-mana termasuk ke politik, saya berharap semoga cepat selesai. Sehingga kita bisa melakukan program di 2015 ini," kata Badrodin.
"Dengan kehadiran tokoh agama ini, saya mohon doa restunya mudah-mudahan ini bisa diselesaikan segera. Kita anggap ini ujian dari Allah SWT. Pasti ada solusinya," tandasnya.
(maf)