Pemilu di Delhi, Partai Modi Kalah

Rabu, 11 Februari 2015 - 12:33 WIB
Pemilu di Delhi, Partai...
Pemilu di Delhi, Partai Modi Kalah
A A A
INDIA - Partai yang mengusung perjuangan antikorupsi Partai Aam Aadmi (AAP) unggul dalam pemilihan umum di Negara Bagian New Delhi, India, kemarin.

Hasil ini mengejutkan karena AAP mampu mengungguli Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menjadi kendaraan politik Perdana Menteri India Narendra Modi. Hasil ini menjadi pukulan telak buat Modi. BJP mengakui kekalahannya setelah hasil perhitungan suara menunjukkan AAP yang menjagokan Arvind Kejriwal meraih kemenangan.

Perdana Menteri Modi mengucapkan selamat kepada Arvind Kejriwal. Atas kemenangannya itu, Kejriwal mengingatkan pendukungannya agar tidak sombong. “Jangan sombong. Partai Kongres dan BJP dapat dikalahkan karena kesombongan. Kita masih harus banyak bekerja untuk Delhi,” ungkap Kejriwal saat berpidato di depan pendukungnya di kantor pusat Aap di Delhi seperti dikutip ndtv.

Hasil penghitungan suara, AAP meraih 67 kursi dari total 70 kursi dan BJP hanya meraih 3 kursi. Sementara Partai Kongres yang telah berkuasa di Delhi selama 15 tahun tidak mendapatkan satu kursi pun. “Rakyat Delhi telah meraih hasil yang spektakuler. Hal ini sangat menakutkan, melihat besarnya dukungan yang diberikan warga Delhi,” sambung Kejriwal.

Pria 46 tahun ini melakukan kampanye yang luar biasa dan terbukti sangat populer di kalangan warga kelas pekerja dan pemilih kurang mampu yang mencapai 60% dari total populasi di Delhi. “Kami tak pernah menduga bahwa hasil pemilu ini begitu menyedihkan. Kami tidak pernah berharap akan mengalami kemunduran seperti ini,” ungkap Ketua BJP Praveen Shankar Kapoor seperti dikutip BBC.

Dalam politik India, meraih kekuasaan di negara bagian sangat penting untuk menguasai majelis tinggi parlemen di mana partai perdana menteri ini tidak memiliki kursi mayoritas dan berulang kali gagal meloloskan program-program reformasi.

Hasil ini menunjukkan bahwa partai antikorupsi terus melangkah ke depan. Para pendukungnya mulai membicarakan pembentukan formasi pemerintahan baru.

Arvin
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved