Ular Melata Sudah Ada sejak Ratusan Juta Tahun

Minggu, 08 Februari 2015 - 10:52 WIB
Ular Melata Sudah Ada...
Ular Melata Sudah Ada sejak Ratusan Juta Tahun
A A A
Sejumlah ilmuwan menemukan fosilfosil menakjubkan yang menunjukkan ular melata sudah ada sejak ratusan juta tahun silam.

Menurut paleontolog dari Universitas Alberta, Kanada, Michael Caldwell, mulanya fosil ular paling tua hidup sekitar 102 juta tahun lalu. Selasa (27/1), Caldwell menemukan penemuan baru yang membantah titik awal evolusi itu. Dia dan tim studinya menemukan empat fosil ular tertua yang pernah ada. Keempatnya hidup di zaman dinosaurus. Caldwell dan tim studinya menamai keempat fosil tersebut dengan sebutan Eophis underwoodi , Portugalophis lignites , Diablophis gilmorei , dan Parviraptor estesi .

Keempat fosil ular itu ditemukan di Inggris, Portugal, dan Amerika Serikat (AS). Hasil temuan ini dipublikasikan di situs jurnal sains,Nature Communications . Menurut Caldwell, Eophis memiliki panjang sekitar 25 sentimeter dan hidup di rawa-rawa. Eophis kemungkinan makan ikan kecil, serangga, dan berudu untuk bertahan hidup. Fosilnya ditemukan di sebuah tambang dekat Oxford, Inggris.

Eophis merupakan ular paling tua karena berasal dari sekitar 167 juta tahun lalu. Namun demikian, ular purba dengan ukuran paling besar dicatat Portugalophis . Panjangnya bisa mencapai 120 sentimeter. Portugalophis memakan mamalia kecil, dinosaurus muda, kadal, burung, dan katak. Ular itu berasal dari masa 157-152 juta tahun lalu.

Fosilnya ditemukan di tambang batu bara dekat Guimarota, Portugal Tengah. Fosil ketiga, Diablophis , ditemukan di pedalaman bagian barat Colorado, AS. Diablophis hidup sekitar 155 juta tahun lalu. Ukurannya sedikit lebih besar dari Eophis dan mungkin makan mangsa serupa.

Sementara itu, Parviraptor berukuran 60 sentimeter dan ada sekitar 140-145 juta tahun lalu. Fosil Parviraptor ditemukan di tebing laut Durlston, Dorset, Inggris.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Infografis
HMPV Sudah Terdeteksi...
HMPV Sudah Terdeteksi di Indonesia, Apakah Ada Obatnya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved