Mesin TransAsia Mati Sebelum Jatuh ke Sungai

Sabtu, 07 Februari 2015 - 12:28 WIB
Mesin TransAsia Mati...
Mesin TransAsia Mati Sebelum Jatuh ke Sungai
A A A
TAIPEI - Dua mesin pesawat TransAsia yang jatuh di Taiwan awal pekan ini ternyata diketahui sudah mati sebelum pesawat ATR 72-600 itu jatuh ke sungai. Kesimpulan penyidik itu diungkap kemarin bersamaan dengan bertambahnya jumlah korban yang mencapai 35 orang.

“Pesawat menunjukkan sinyal mesin mati pada salah satu dari kedua mesinnya pada pukul 10.53.28, kemudian pesawat menanjak pada ketinggian 1.200 kaki dan memunculkan peringatan (bahaya),” kata Direktur Dewan Keselamatan Penerbangan (AVC) Thomas Wang, dikutip AFP . Mesin mati yang pertama itu adalah sebelah kanan. Menurut Wang, mesin lainnya mati secara manual. Pilot mencoba untuk menghidupkan kembali mesin, tetapi tidak membantu. Ini berarti selama momen akhir penerbangan, kedua mesin sudah dalam kondisi mati.

“Kita mendengar mayday pada pukul 10.54.35,” imbuhnya. Wang mengungkapkan, belum jelas kenapa mesin sebelah kiri justru mati secara manual. “Kita belum menentukan pendapat saat ini,” tuturnya. Hasil penyelidikan itu setelah ditemukannya kotak hitam. Selain itu, tim penyelamat juga telah menemukan jenazah pilot yang masih memegang kendali kemudi di kokpit dan kedua kakinya patah.

Pilot Liao Chien Tsung dipuji sebagai pahlawan karena mampu mengendalikan pesawat tidak jatuh di permukiman, tetapi di sungai. Liao dianggap menyelamatkan lebih banyak jiwa. “Dia (pilot) masih memegang joystick pada momen terakhir sebelum pesawat jatuh, dan dia berupaya untuk mengendalikan arah pesawat dan mengurangi korban,” kata salah satu penyidik yang tak disebutkan namanya, dikutip China Times.

TransAsia dengan nomor penerbangan 235 terjatuh beberapa saat setelah lepas landas dari Bandara Songshan, Taipei. Pesawat tersebut mengangkut 53 penumpang dan lima awak kabin. Pesawat menukik tajam ke arah Sungai Keelung. Sayap pesawat sempat menghantam bagian tepi jembatan. Sebanyak 15 orang berhasil selamat, namun 11 lainnya masih dinyatakan hilang. Itu merupakan kecelakaan fatal kedua TransAsia, setelah tragedi sebelumnya pada Juli yang menewaskan 48 orang.

Situs lalu lintas penerbangan Flightradar24 menyatakan pilot melakukan kesalahan. “Data dari kotak hitam menunjukkan pilot mematikan mesin yang salah dan mengakibatkan kehilangan tenaga setelah lepas landas,” demikian keterangan Flightradar24 . Otoritas Penerbangan Taiwan, Administrasi Aeronautika Sipil (CAA), juga mengungkapkan pesawat yang nahas itu pernah memiliki masalah mesin selama dikirim dari produsen ATR dari Kota Toulouse ke Makau, menuju Taiwan.

“Satu dari mesin kehilangan tenaga selama penerbangan dan telah diganti mesin pengganti,” kata Clark Lin kepada Divisi Standar Penerbangan CAA. Di sisi lain, CAA mengungkapkan TransAir Airways gagal memenuhi sepertiga persyaratan yang diminta setelah ter-jadinya kecelakaan sebelumnya Juli silam. “Pada akhir Desember, mereka gagal memenuhi persyaratan penting, terutama pelatihan personel,” kata Lin. Salah satu pelanggaran yang paling kentara adalah pilot TransAsia bekerja selama 32 jam selama satu pekan.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved