Tumpang Tindih Trayek Munculkan Pungutan Liar

Sabtu, 07 Februari 2015 - 12:18 WIB
Tumpang Tindih Trayek...
Tumpang Tindih Trayek Munculkan Pungutan Liar
A A A
JAKARTA - Tumpang tindih trayek angkutan umum di DKI Jakarta membuat beberapa sopir angkutan umum berinisiatif melakukan cara singkat untuk mengejar setoran. Seperti yang diperbuat sopir Kopaja P19 jurusan Tanah Abang-Ragunan ketika memotong trayek di Bundaran by safeweb">Hotel Indonesia (HI).

“Kalau tidak sampai Tanah Abang ya kita muter di Bundaran HI. Biasanya kita setor Rp20.000 kepada petugas,” kata Suripto kemarin. Alasan dia tidak sampai tujuan karena trayeknya berbenturan dengan trayek angkutan umum lain, sehingga bila meneruskan sampai Tanah Abang maka tidak akan mendapatkan penumpang.

Selain itu, dia juga menyalahkan semrawutnya pengaturan trayek yang selalu tumpang tindih. “Ada lima trayek yang berbenturan dengan kita, bahkan salah satunya sama bus Transjakarta,” ujarnya. Dia berharap Dinas Perhubungan (Dishub) DKI bisa membenahi trayek angkutan umum, karena kalau tumpang tindih seperti ini trayeknya bisa mati karena selalu berebut dengan trayek lainnya.

Menyikapi dugaan pungutan liar, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan hingga kini masih menyelidiki anggota yang bertugas di Bundaran HI, sebab bukan hanya kepolisian, melainkan ada juga dari Dishub DKI. “Kita masih lakukan penyelidikan siapa saja anggota tersebut,” ucapnya.

Apabila anggota kepolisian terbukti maka akan diberikan sanksi. “Ke depan, kami akan tingkatkan pengawasan dan kami juga berharap informasi seperti ini bisa dijadikan bahan evaluasi,” ujarnya. Untuk sanksinya sendiri, secara internal akan dikenakan sanksi disiplin. Seandainya memang berat bisa meningkat ke teguran sampai rekomendasi pemberhentian tidak hormat.

Terkait tumpang tindih trayek angkutan umum, hal tersebut bukan kewenangan Polda Metro Jaya. Namun, pihaknya mengakui ada benturan trayek yang menjadi penyebab angkutan umum tidak pernah sampai tujuan. “Kalau karena berbenturan trayeknya, tentu ada yang mengatur trayek itu,” kata Martinus.

Helmi syarif
(bbg)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Menangkan Praperadilan...
Menangkan Praperadilan soal Penangkapan, Roy Suryo Kian Pede Jalani Sidang Praperadilan Kedua
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Dari Sosialisme Islam...
Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Infografis
Macan Tutul Jawa Menjadi...
Macan Tutul Jawa Menjadi Indikator Keanekaragaman Satwa Liar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved