Tim 9 Sebut KPK-Polri Sepakat Redakan Ketegangan
Selasa, 03 Februari 2015 - 20:40 WIB
Tim 9 Sebut KPK-Polri Sepakat Redakan Ketegangan
A
A
A
JAKARTA - Tim sembilan atau tim independen mengaku menuai hasil positif dari pertemuannya dengan KPK dan Polri.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Tim Independen Jimly Asshiddiqie. Menurutnya, hasilnya dua lembaga tersebut sama-sama mau menurunkan tensi ketegangan.
"Benang merahnya di antara dua itu (KPK-Polri), ada kesadaran yang sama untuk meredakan ketegangan dan dalam jangka panjang," ujar Jimly usai bertemu pemimpin KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Sementara sekretaris tim independen, Hikmahanto Juwana menyatakan, hasil keterangan KPK dan Polri untuk sementara tidak bisa diumumkan ke media. Menurutnya cukuplah temuan tim sembilan disampaikan kepada presiden.
Kata Hikmahanto, hasil temuan tim independen yang didapat dari keterangan KPK dan Polri serta masukan sejumlah pihak akan dijadikan rumusan rekomendasi bagi presiden.
Menurutnya, tim independen akan berhenti dari tugasnya jika dirasa presiden cukup rekomendatif.
"Nah (keterangan dari sejumlah pihak) ini yang coba kita rumuskan. Besok dan segera kita sampaikan kepada presiden. Seperti Prof Jimly katakan sebelum bapak presiden pergi ke luar negeri," pungkasnya.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Tim Independen Jimly Asshiddiqie. Menurutnya, hasilnya dua lembaga tersebut sama-sama mau menurunkan tensi ketegangan.
"Benang merahnya di antara dua itu (KPK-Polri), ada kesadaran yang sama untuk meredakan ketegangan dan dalam jangka panjang," ujar Jimly usai bertemu pemimpin KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Sementara sekretaris tim independen, Hikmahanto Juwana menyatakan, hasil keterangan KPK dan Polri untuk sementara tidak bisa diumumkan ke media. Menurutnya cukuplah temuan tim sembilan disampaikan kepada presiden.
Kata Hikmahanto, hasil temuan tim independen yang didapat dari keterangan KPK dan Polri serta masukan sejumlah pihak akan dijadikan rumusan rekomendasi bagi presiden.
Menurutnya, tim independen akan berhenti dari tugasnya jika dirasa presiden cukup rekomendatif.
"Nah (keterangan dari sejumlah pihak) ini yang coba kita rumuskan. Besok dan segera kita sampaikan kepada presiden. Seperti Prof Jimly katakan sebelum bapak presiden pergi ke luar negeri," pungkasnya.
(maf)