Penyidik Polri Cecar Bambang Widjojanto dengan 12 Pertanyaan
Selasa, 03 Februari 2015 - 18:16 WIB
Penyidik Polri Cecar Bambang Widjojanto dengan 12 Pertanyaan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dicecar 12 pertanyaan oleh tim penyidik Mabes Polri dalam pemeriksaan hari ini. Belasan pertanyaan tersebut seputar dugaan pengarahan pemberian keterangan palsu untuk persidangan sengketa pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, di Mahkamah Konstitusi.
"Semua ada 12 pertanyaan. Tapi ada subpertanyaan sekitar 5-10 di tiap-tiap pertanyaan," kata Koordinator kuasa hukum Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW), Nursyahbani Katjasungkana, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015).
Menurut Nursyahbani, sampai saat ini kliennya baru sampai pada pertanyaan kelima. BW, kata dia, tidak serta merta menjawab pertanyaan tersebut.
Salah satu pertanyaan yang tak dijawab BW terkait bayaran yang diterima dari Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar yang saat itu jadi klien BW. "Berapa fee-nya? Pembagiannya bagaimana? Siapa yang bayar saksi? Apa mereka dibayar? Pak Bambang enggak bisa jawab. Karena bukan dia yang koordinasikan," kata Nursyahbani.
Nursyahbani menuturkan poin pertanyaan yang dijawab BW hanyalah soal siapa yang saat itu berada di kantornya. "Yang dijawab soal siapa yang di kantor dan mewakili BW," kata dia.
"Semua ada 12 pertanyaan. Tapi ada subpertanyaan sekitar 5-10 di tiap-tiap pertanyaan," kata Koordinator kuasa hukum Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW), Nursyahbani Katjasungkana, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015).
Menurut Nursyahbani, sampai saat ini kliennya baru sampai pada pertanyaan kelima. BW, kata dia, tidak serta merta menjawab pertanyaan tersebut.
Salah satu pertanyaan yang tak dijawab BW terkait bayaran yang diterima dari Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar yang saat itu jadi klien BW. "Berapa fee-nya? Pembagiannya bagaimana? Siapa yang bayar saksi? Apa mereka dibayar? Pak Bambang enggak bisa jawab. Karena bukan dia yang koordinasikan," kata Nursyahbani.
Nursyahbani menuturkan poin pertanyaan yang dijawab BW hanyalah soal siapa yang saat itu berada di kantornya. "Yang dijawab soal siapa yang di kantor dan mewakili BW," kata dia.
(hyk)