Ada Oknum Pejabat Bermain di Pengumuman Hasil Seleksi CPNS

Selasa, 03 Februari 2015 - 06:09 WIB
Ada Oknum Pejabat Bermain...
Ada Oknum Pejabat Bermain di Pengumuman Hasil Seleksi CPNS
A A A
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi menyatakan banyak oknum pejabat di pusat dan daerah yang mencoba bermain dalam seleksi CPNS.

Adanya oknum pejabat yang bermain ini pun menjadi salah satu pemicu terlambatnya pengumuman hasil seleksi CPNS. "Ada satu kementerian sudah ada siapa yang lulus dan tidak. Tapi tidak diumumkan karena anak dari pejabat berwenang tidak lulus. Dia ngambek ke bagian kepagawaian," ungkap Yuddy Chrisnandi di Kementerian PAN-RB, Senin 2 Februari kemarin.

Yuddy mengatakan oknum pejabat tersebut berusaha untuk mengatur hasil seleksi CPNS sebisa mungkin agar anggota keluarganya lolos. Setelah itu barulah diumumkan.Menurut Yuddy, hal ini tidak saja oknum pejabat di kementerian. Melainkan juga terjadi di beberapa daerah. Di mana, pejabat tinggi daerah melakukan hal serupa.

"Di daerah ada beberapa daerah begitu kurang lebih. Karena tidak lulus lobi sana sini agar lulus," katanya.Meski begitu, Yuddy menjamin proses seleksi saat ini tidak akan mudah diotak-atik oleh oknum pejabat tertentu.

Maka dari itu dia mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir."Kalau mau mengubah itu harus ke panselnas lalu ke BKN. Ini sulit. Proses CPNS tidak bisa di intervensi. Anaknya presiden saja tidak lulus. Mana ada pejabat panselnas berani mengubah," tegasnya.

Lebih lanjut Yuddy memaparkan alasan lain terlambatnya pengumuman seleksi CPNS karena masih adanya instansi yang ingin melakukan tes kompetensi bidang (TKB). Kemudian ada pertimbangan teknis di daerah yang membuat penundaan penguman hasil seleksi.

Misalnya saja di daerah masih ada yang berkonsultasi untuk mengubah formasi demi terpenuhinya kekosongan."Mumpung ada peluang mengisi. Mereka takut formasi akan kosong maka belum umumkan," ujar dia.

Pakar administasi publik Universitas Medan Area, Warjio mengatakan sekalipun menggunakan sistem berbasis teknologi, seleksi CPNS tetap harus diawasi. Pasalnya penggunaan teknologi masih bisa dipermainkan.

"Masih bisa memberikan kesempatan oknum menjadi peluang agar mereka masuk untuk mengubah hasil. Apalagi yang mempengaruhi pejabat," katanya.Selain itu permainan hasil seleksi CPNS sudah menjadi kebiasaan lama. Di mana, elite-elite pejabat berusaha memasukkan orang-orang terdekat.

"Kebiasaan yang sudah ada oleh elite untuk kepentingan mereka. Ini tidak gratis terkaitan dengan kepentingan uang juga," paparnya.
(whb)
Berita Terkait
DPR dan Menpanrb Bahas...
DPR dan Menpanrb Bahas Rekrutmen CPNS Tahun 2021
Begini Suasana SKD CPNS...
Begini Suasana SKD CPNS di Kantor Pusat BKN
880 Peserta Ikuti Tes...
880 Peserta Ikuti Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS di Jakarta
Seleksi CPNS 2024 Resmi...
Seleksi CPNS 2024 Resmi Dibuka, Ini yang Harus Diperhatikan
Mahasiswa Ditangkap,...
Mahasiswa Ditangkap, Jadi Joki Tes CPNS Kemenkumham di Makassar
7 Instansi dengan Persyaratan...
7 Instansi dengan Persyaratan Wajib Tes TOEFL di Seleksi CPNS 2024
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved