Masinton Curiga Ada Brutus di Sekitar Jokowi
Kamis, 29 Januari 2015 - 17:27 WIB
Masinton Curiga Ada Brutus di Sekitar Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mencurigai ada pihak yang ingin memisahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan partai pendukungnya.
Kecurigaan Masinton didasarkan atas beredarnya kabar yang menyebutkan Jokowi merasa tertekan oleh partai politik pendukungnya terkait konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Polri.
"Posisi Pak Jokowi hari ini dilingkari oleh orang-orang di Istana untuk menjauhkan Pak Jokowi dengan parpol. Ada brutus-brutus di Istana mau jauhkan Pak Jokowi dari partai," ujar Masinton saat diskusi bertema Menyikapi 100 Hari Pemerintahan Jokowi di Restoran Horapa, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015).
Namun anggota Fraksi PDIP di DPR ini tidak menjelaskan brutus-brutus atau pengkhianat yang dia maksud.
Masinton juga menegaskan tidak ada tekanan dari partai pendukung terhadap Jokowi dalam menyelesaikan konflik KPK-Polri.
Menurut dia, partai pendukung memberikan kebebasan kepada Jokowi untuk mengambil sikap. Namun dia menyayangkan komentar Tim Sembilan atau Tim Independen yang dibentuk Presiden Jokowi itu. (Baca: Politikus NasDem Duga Tim Independen Bikin Jokowi Tertekan)
Komentar tersebut datang dari Ketua tim Syafi'i Maarif yang mengatakan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri bukan inisiatif presiden.
"Apakah penilaian tim sembilan itu akan independen? Saya kira tidak, karena sebagian anggota itu ada yang tidak Independen," ucapnya.
Dia menyebut salah satunya mantan Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Purn Oegroseno. "Seperti Oegroseno itu (mantan Wakapolri) sudah tidak independen dimana sejak awal tidak suka dengan pencalonan BG (Budi Gunawan) dan berat mendukung komisioner KPK," tuturnya.
Kecurigaan Masinton didasarkan atas beredarnya kabar yang menyebutkan Jokowi merasa tertekan oleh partai politik pendukungnya terkait konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Polri.
"Posisi Pak Jokowi hari ini dilingkari oleh orang-orang di Istana untuk menjauhkan Pak Jokowi dengan parpol. Ada brutus-brutus di Istana mau jauhkan Pak Jokowi dari partai," ujar Masinton saat diskusi bertema Menyikapi 100 Hari Pemerintahan Jokowi di Restoran Horapa, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015).
Namun anggota Fraksi PDIP di DPR ini tidak menjelaskan brutus-brutus atau pengkhianat yang dia maksud.
Masinton juga menegaskan tidak ada tekanan dari partai pendukung terhadap Jokowi dalam menyelesaikan konflik KPK-Polri.
Menurut dia, partai pendukung memberikan kebebasan kepada Jokowi untuk mengambil sikap. Namun dia menyayangkan komentar Tim Sembilan atau Tim Independen yang dibentuk Presiden Jokowi itu. (Baca: Politikus NasDem Duga Tim Independen Bikin Jokowi Tertekan)
Komentar tersebut datang dari Ketua tim Syafi'i Maarif yang mengatakan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri bukan inisiatif presiden.
"Apakah penilaian tim sembilan itu akan independen? Saya kira tidak, karena sebagian anggota itu ada yang tidak Independen," ucapnya.
Dia menyebut salah satunya mantan Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Purn Oegroseno. "Seperti Oegroseno itu (mantan Wakapolri) sudah tidak independen dimana sejak awal tidak suka dengan pencalonan BG (Budi Gunawan) dan berat mendukung komisioner KPK," tuturnya.
(dam)