Pengamat: Jokowi Masih Berada di Bawah Sekelompok Orang

Rabu, 28 Januari 2015 - 18:04 WIB
Pengamat: Jokowi Masih...
Pengamat: Jokowi Masih Berada di Bawah Sekelompok Orang
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menilai hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indopolling Network masih mengindikasikan suasana kampanye. Sehingga popularitas Joko Widodo (Jokowi) dibenarkan masih pada level tertinggi.

"60% itu tinggi sekali untuk kepercayaan publik. Kalau sekarang bisa saja berubah," kata Gun Gun saat menjadi narasumber dalam rilis survei Indopolling bertajuk 'Menakar Kepercayaan Publik terhadap nawacita Jokowi-JK' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Rabu (27/1/2015).

Menurut dosen ilmu politik ini, setidaknya ada dua hal untuk mencermati hasil survei pemerintahan Jokowi. Pertama soal waktu. Dia menjelaskan, jika survei masih dilakukan sekitar Desember, maka penilaian publik masih terpengaruh dengan suasana pemilu.

"Kedua soal isu. Mungkin bulan Desember masih landai, cuman ada isu BBM. Tapi kalau sekarang mungkin ada perubahan," ujarnya.

Khusus persepsi publik terhadap pemerintah Jokowi, Gun Gun memberikan batasan pada langkah Jokowi dalam merealisasikan janjinya. Ada tiga hal untuk menghubungkan kesan publik terhadap keberhasilan Jokowi.

"(Pertama) stage of brainstorming, stage of consolidation dan solid stage," ungkapnya.

Menurut dia, persepsi publik terhadap Jokowi saat ini tengah masuk dalam fase solid stage. Dimana dalam fase tersebut, pertaruhan antara menguntungkan atau merugikan bagi Jokowi. "Apabila janji kampanye belum bisa dibuktikan maka merugikan," ucapnya.

Kendati begitu, 100 hari merupakan waktu yang terlampau prematur untuk menilai kegagalan Jokowi. Problemnya Jokowi harus kembali kepada kepentingan rakyat dan mengesampingkan dahulu kekuatan politik yang melemahkan dirinya.

"Posisi Jokowi masih berada di bawah sekelompok orang. Harus ada tindakan konkret pola dialektika rasional yang lebih jelas. Dia ditekan oleh banyak pihak," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Nanik S Deyang Diangkat...
Nanik S Deyang Diangkat sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana, Dasco: Pilihan yang Tepat
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Dadan Hindayana Dicopot...
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dasco Puji Pemerintah Dengar Aspirasi Masyarakat
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved