PDIP Nilai Ada Celah untuk Goyang Pemerintah Jokowi-JK

Rabu, 28 Januari 2015 - 03:38 WIB
PDIP Nilai Ada Celah...
PDIP Nilai Ada Celah untuk Goyang Pemerintah Jokowi-JK
A A A
JAKARTA - Parpol pendukung pemerintah yang disebut Koalisi Indonesia hebat (KIH) sudah mulai terpecah dalam kurun 100 hari kerja Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Bahkan PDIP sebagai partai pendukung utama pemerintah, sudah mulai mengkritisi kinerja presiden yang diusungnya.

"Melihat perkembangan 100 hari Jokowi-JK, ada celah yang kalau oleh lawan politiknya itu memang berpotensi untuk dilakukan proses menjatuhkan pemerintahan sekarang. Itu poin saya," kata Anggota Fraksi PDIP, Effendi Simbolon kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 27 Januari 2015.

Effendi mengingatkan Presiden Jokowi untuk melakukan pembenahan, sehingga penyelenggaraan negara khususnya eksekutif berjalan sesuai dengan konstitusi.

Jadi jangan terlalu reaktif dalam melakukan tindakan, karena hal ini bisa menjadi celah untuk menjatuhkan lawan politiknya.

"Jadi berbeda, ini karena kesalahannya (Jokowi) sendiri. Kesalahannya itu mampu dimanfaatkan lawan politiknya," jelasnya.

Effendi berpendapat, dari awal melihat instrumen dalam pemerintahan Jokowi-JK tidak cukup baik untuk melaksanakan kerja pemerintahan.

Jadi kembali saja ke sistem, jangan semuanya dilebarkan keluar sistem. Seperti misalnya, penanganan masalah Polri-KPK yang melibatkan pihak dari luar sistem.

"Biarkan, ada menteri, wantimpres yang bisa melakukan fungsi itu. Tapi ini serta merta begitu, bagaimana negara dikelola oleh kekuatan yang ekstra parlementer begitu," ujar Anggota Komisi I DPR itu.

Menurut Effendi, dirinya bukan mengkritisi tapi mengingatkan. Karena PDIP merupakan partai pendukung pemerintah, maka dirinya memberikan masukan.

Bahkan dia menilai gaya kepemimpinan Jokowi sebagai gaya semi LSM, bukan gaya presiden yang mandataris konstitusional.

"Kalau DPR mengentertaint LSM, nanti besok-besok saya bikin LSM dong. Ya bubar saja DPR ini. DPR partner eksekutif, ya kita bicarakan di sini. Kita wibawakan di sini," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved