Puskesmas Diminta Ikut Tangani Pasien BPJS

Selasa, 27 Januari 2015 - 10:11 WIB
Puskesmas Diminta Ikut...
Puskesmas Diminta Ikut Tangani Pasien BPJS
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah untuk meningkatkan pelayanan puskesmas.

Hal itu perlu dilakukan karena banyak pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tidak tertampung di rumah sakit. Anggota Komisi IX DPR Riski Sadig mengatakan, pasien BPJS yang tidak tertampung di rumah sakit umum daerah (RSUD) tidak bisa berobat di puskesmas. Padahal, posisi puskesmas sangat dekat dengan rumah warga. Menurut dia, arah pembangunan kesehatan belum maksimal, sehingga sistem rujukan pasien tidak berjalan optimal.

“Banyak sekali rumah sakit tidak terima pasien. Puskesmas juga sudah overload . Jangankan di desa, banyak kasus di kota di mana pasien telantar karena tidak diterima di rumah sakit atau puskesmas,” tandas Riski seusai rapat dengan BPJS di DPR, Jakarta, kemarin. Riski mengatakan seharusnya begitu program BPJS Kesehatan ini berjalan, pemerintah atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung meningkatkan pelayanan puskesmas.

Puskesmas, ujarnya, harus mampu melayani pasien rawat inap untuk penyakit simpel seperti demam atau penyakit yang tidak membutuhkan perawatan medis yang terlalu rumit.

Dalam raker dengan Kemenkes pekan lalu, DPR sudah mendesak Kemenkes untuk meningkatkan infrastruktur puskesmas seperti peningkatan kapasitas, tempat tidur, perawatan medis untuk cek darah dan tensi. Anggota Komisi IX DPR Djoni Rolindrawan menilai BPJS Kesehatan masih jauh dari harapan.

Menurut dia, petugas kesehatan masih banyak yang belum mengerti. Pasien yang datang ke puskesmas langsung dirujuk ke rumah sakit. Akhirnya, rumah sakit menjadi penuh. Ini sangat berbeda dari tujuan awal BPJS Kesehatan.

Dia juga mengkritisi prinsip probabilitas sebagaimana Pasal 2 UU BPJS di mana setiap peserta dapat berobat di semua fasilitas kesehatan dan di mana saja. “Namun kenyataannya tidak,” tandasnya.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved