Lokasi Longsor Banjarnegara Dijadikan Lahan Konservasi

Jum'at, 23 Januari 2015 - 12:55 WIB
Lokasi Longsor Banjarnegara...
Lokasi Longsor Banjarnegara Dijadikan Lahan Konservasi
A A A
BANJARNEGARA - Pemkab Banjarnegara menjadikan lokasi bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai lahan konservasi.

Itu ditandai dengan kegiatan penanaman massal kemarin. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi kemasyarakatan, TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, pelajar, pramuka, Basarnas Pos SAR Cilacap, dan relawan. “Kami menyiapkan lebih dari 10.000 bibit pohon berbagai jenis. Kami pilih tanaman yang tidak menimbulkan longsor susulan.

Kami sudah konsultasi dengan Badan Geologi,” kata Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo kemarin. Beberapa jenis pohon yang ditanam di antaranya trembesi, durian, albasiah, nangka, dan tanaman akar wangi. Menurut dia, tanaman akar wangi mampu tumbuh hingga 15 meter ke dalam tanah sehingga bagus untuk kawasan perbukitan. Bupati mengimbau masyarakat untuk mengubah perilaku dengan tidak membuat kolam di lereng bukit karena dapat mengakibatkan longsor.

“Pelajar merupakan pelopor dalam menjaga lingkungan, minimal dengan mengingatkan orang tuanya untuk tidak membuang air limbah sembarangan,” ungkapnya. Dia mengharapkan bencana longsor di Dusun Jemblung pada 12 Desember 2014 sebagai bencana terakhir bagi Banjarnegara dan seluruh Indonesia.

Seorang relawan, Londho, mengatakan, penyiapan bibit dan penanaman awal dilakukan dalam tiga hari terakhir. Dia menyebutkan, jumlah tanaman yang ditanam mencapai 12.500 bibit, termasuk bantuan BNI dan Kopassus dengan luas lahan yang ditanami mencapai 10 hektare, sedangkan 10 hektare lainnya belum bisa ditanami karena masih bergerak.

“Kami dibantu warga serta personel Kopassus dan Basarnas,” sebutnya. Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, 12 Desember 2014, sekitar pukul 17.30 WIB, itu menimbun sekitar 35 rumah warga. Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang.

Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana terjadi. Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga 21 Desember 2014, sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.

Ant
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Fakta Menarik Elang...
Fakta Menarik Elang Jawa yang Dijadikan Lambang Garuda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved