Akhiri Kebuntuan Lebih dari Setengah Abad

Jum'at, 23 Januari 2015 - 11:52 WIB
Akhiri Kebuntuan Lebih...
Akhiri Kebuntuan Lebih dari Setengah Abad
A A A
HAVANA - Amerika Serikat (AS) dan Kuba untuk pertama kalinya menggelar perundingan guna memulihkan hubungan diplomatik pada Rabu (21/1) waktu setempat. Perundingan itu digelar untuk mengakhiri kebuntuan selama lebih dari setengah abad.

Baik pejabat AS maupun Kuba mengklaim pertemuan hari pertama tersebut sebagai perundingan bersejarah. Dua belah pihak masih tidak menyepakati kebijakan imigrasi terkait banyak eksodus warga Kuba ke AS. Namun, upaya keduanya sangat produktif dan konstruktif dan akan dilanjutkan pada perundingan hari kedua yang digelar Kamis (hari ini) waktu setempat.

AS optimistis dengan perundingan itu, sedangkan Kuba masih pesimistis. Perundingan AS dan Kuba itu pertama kalinya sejak keputusan Presiden AS Barack Obama dan pemimpin Kuba Raul Castro menginginkan normalisasi hubungan diplomasi pada Desember silam. Delegasi AS dalam perundingan di Kuba itu dipimpin Roberta Jacobson, asisten menlu AS.

Dia menjadi pejabat tinggi AS pertama yang berkunjung ke Kuba dalam 38 tahun terakhir untuk memimpin para negosiator AS dalam perundingan diplomatik itu. Sedangkan Kuba mengutus Josefina Vidal, direktur hubungan AS Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kuba. Vidal selama ini dikenal sebagai negosiator yang kerap ikut dalam perundingan imigrasi.

Seorang pejabat Kemlu Kuba mengatakan, normalisasi hubungan diplomatik merupakan proses yang kompleks dan lebih lama. Sedangkan Alex Lee, perwakilan delegasi AS, mengungkapkan iklim kolaboratif dan produktif selama diskusi yang mengandung banyak perbedaan.

“AS dan Kuba dapat mencari kesempatan untuk menggapai kepentingan bersama yang menguntungkan,” katanya, dikutip AFP . Para pejabat AS berharap Kuba akan sepakat untuk membuka kedutaan besar dan menunjuk duta besarnya dalam beberapa bulan mendatang. Harapan itu karena Washington memang berniat membuka kedutaan besar dan menempatkan duta besarnya di Havana.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved