Australia-Korsel Lolos ke Semifinal
Jum'at, 23 Januari 2015 - 11:36 WIB
Australia-Korsel Lolos ke Semifinal
A
A
A
BRISBANE - Timnas Australia dan Korea Selatan (Korsel) menjaga peluang merebut Piala Asia 2015 setelah menaklukkan lawan-lawannya tadi malam. Socceroos menjinakkan China 2-0 pada perempat final di Brisbane Stadium.
Sedangkan Korsel menyingkirkan Uzbekistan. Pada laga yang ditayangkan SINDOTV itu, Tim Cahill tampil sebagai pahlawan Socceroos julukan Australia, dengan memborong dua gol kemenangan. Gol pertama tuan rumah tercipta pada menit ke-49. Cahill mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto dari dalam kotak penalti, setelah menerima umpan silang dari sayap kiri.
Keunggulan tersebut memanaskan semangat penggawa Australia. Gol kedua pun tercipta pada menit ke-65. Kali ini Cahill menggetarkan jala China melalui sundulan, memanfaatkan umpan silang dari sayap kiri. Sukses atas China menjadi garansi tampilnya Australia di semifinal. Di empat besar, pasukan Ange Postecoglou tersebut bakal berhadapan dengan pemenang laga Uni Emirat Arab kontra Jepang, yang digelar hari ini.
“Siapa pun lawannya, kami siap bertanding. Atmosfer di tim ini sangat bagus. Kepercayaan diri para pemain sangat luar biasa,” ujar Postecoglou, dilansir situs resmi Piala Asia. Tahun ini memang kans terbaik bagi Socceroos untuk merebut lambang supremasi sepak bola di Asia ini. Sejak bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 2006, Australia sudah tiga kali berlaga di Piala Asia.
Hasil terbaik mereka mencapai final pada edisi 2011 di Qatar. Sayang, di babak puncak Australia tak berdaya di hadapan Jepang. Mereka menyerah 1-0. Dan, kemungkinan besar Australia akan berhadapan dengan Jepang di semifinal. Hal itu lantaran lini per lini Jepang lebih baik dibandingkan Uni Emirat Arab. “Saat ini kami memiliki semua faktor untuk bisa mencapai apa yang kami inginkan. Semoga kami terus menunjukkan itu,” imbuh Postecoglou.
Kapten Australia Mile Jedinak yang kembali tampil setelah cedera mengaku tak ingin berandai-andai siapa lawan yang bakal dihadapi Socceroos di semifinal. Namun, alangkah menyenangkannya bila Australia bisa bertemu Jepang dan melangkahkan ke final.
“Siapa pun di tim Australia paham dengan tujuan utama kami bertanding di kompetisi ini. Jepang merupakan tim kuat.Namun, kami sangat on fire untuk bisa mencatatkan prestasi di turnamen ini,” ujarnya selepas mengecundangi China. Jepang merupakan negara dengan koleksi Piala Asia terbanyak dengan torehan empat trofi.
Di tempat kedua ada Arab Saudi dan Iran yang mengumpulkan tiga piala. Sementara itu, penggawa China Wu Lei mengakui keunggulan Australia pada pertandingan yang dipimpin wasit Kim Jong-hyeok (Korea Selatan). “Mereka tampil cepat dan mampu menjaga ritme permainan sepanjang pertandingan. Kami tentu saja ingin melaju ke babak berikutnya, tapi inilah sepak bola,” ujarnya.
Pada laga lainnya, Korsel juga melaju ke semifinal setelah menjinakkan Uzbekistan 2-0. Korsel bakal menantang pemenang pertandingan Iran kontra Irak hari ini. Nakhoda Korsel Uli Stielike mengaku sangat bangga dengan performa pasukannya saat memukul Uzbekistan. Kemenangan ini juga melanjutkan dominasi Korsel atas Uzbekistan. Pada pertemuan sebelumnya di Piala Asia 2011, Korsel menundukkan lawannya itu 3-2 pada perebutan tempat ketiga. “Mereka (pemain Korsel) tampil luar biasa. Mereka layak melaju ke semifinal,” papar Stielike.
Hanna
Sedangkan Korsel menyingkirkan Uzbekistan. Pada laga yang ditayangkan SINDOTV itu, Tim Cahill tampil sebagai pahlawan Socceroos julukan Australia, dengan memborong dua gol kemenangan. Gol pertama tuan rumah tercipta pada menit ke-49. Cahill mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto dari dalam kotak penalti, setelah menerima umpan silang dari sayap kiri.
Keunggulan tersebut memanaskan semangat penggawa Australia. Gol kedua pun tercipta pada menit ke-65. Kali ini Cahill menggetarkan jala China melalui sundulan, memanfaatkan umpan silang dari sayap kiri. Sukses atas China menjadi garansi tampilnya Australia di semifinal. Di empat besar, pasukan Ange Postecoglou tersebut bakal berhadapan dengan pemenang laga Uni Emirat Arab kontra Jepang, yang digelar hari ini.
“Siapa pun lawannya, kami siap bertanding. Atmosfer di tim ini sangat bagus. Kepercayaan diri para pemain sangat luar biasa,” ujar Postecoglou, dilansir situs resmi Piala Asia. Tahun ini memang kans terbaik bagi Socceroos untuk merebut lambang supremasi sepak bola di Asia ini. Sejak bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 2006, Australia sudah tiga kali berlaga di Piala Asia.
Hasil terbaik mereka mencapai final pada edisi 2011 di Qatar. Sayang, di babak puncak Australia tak berdaya di hadapan Jepang. Mereka menyerah 1-0. Dan, kemungkinan besar Australia akan berhadapan dengan Jepang di semifinal. Hal itu lantaran lini per lini Jepang lebih baik dibandingkan Uni Emirat Arab. “Saat ini kami memiliki semua faktor untuk bisa mencapai apa yang kami inginkan. Semoga kami terus menunjukkan itu,” imbuh Postecoglou.
Kapten Australia Mile Jedinak yang kembali tampil setelah cedera mengaku tak ingin berandai-andai siapa lawan yang bakal dihadapi Socceroos di semifinal. Namun, alangkah menyenangkannya bila Australia bisa bertemu Jepang dan melangkahkan ke final.
“Siapa pun di tim Australia paham dengan tujuan utama kami bertanding di kompetisi ini. Jepang merupakan tim kuat.Namun, kami sangat on fire untuk bisa mencatatkan prestasi di turnamen ini,” ujarnya selepas mengecundangi China. Jepang merupakan negara dengan koleksi Piala Asia terbanyak dengan torehan empat trofi.
Di tempat kedua ada Arab Saudi dan Iran yang mengumpulkan tiga piala. Sementara itu, penggawa China Wu Lei mengakui keunggulan Australia pada pertandingan yang dipimpin wasit Kim Jong-hyeok (Korea Selatan). “Mereka tampil cepat dan mampu menjaga ritme permainan sepanjang pertandingan. Kami tentu saja ingin melaju ke babak berikutnya, tapi inilah sepak bola,” ujarnya.
Pada laga lainnya, Korsel juga melaju ke semifinal setelah menjinakkan Uzbekistan 2-0. Korsel bakal menantang pemenang pertandingan Iran kontra Irak hari ini. Nakhoda Korsel Uli Stielike mengaku sangat bangga dengan performa pasukannya saat memukul Uzbekistan. Kemenangan ini juga melanjutkan dominasi Korsel atas Uzbekistan. Pada pertemuan sebelumnya di Piala Asia 2011, Korsel menundukkan lawannya itu 3-2 pada perebutan tempat ketiga. “Mereka (pemain Korsel) tampil luar biasa. Mereka layak melaju ke semifinal,” papar Stielike.
Hanna
(bbg)