Abraham Tahu Gagal Dampingi Jokowi setelah Sadap Budi Gunawan

Kamis, 22 Januari 2015 - 14:36 WIB
Abraham Tahu Gagal Dampingi...
Abraham Tahu Gagal Dampingi Jokowi setelah Sadap Budi Gunawan
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pernah mengungkapkan kegagalannya menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, karena Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan.

Pelaksana tugas (plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pernyataan Abraham Samad itu terlontar ketika dirinya diminta untuk menyampaikan bahwa pendamping Jokowi dalam Pilpres 2014 adalah Jusuf Kalla (JK).

"Setelah saya sampaikan, Pak Abraham Samad bilang, ya saya tahu, bahwa saya sudah melakukan penyadapan. Yang menyebabkan kegagalan saya ini Bapak Budi Gunawan," ujar Hasto dalam keterangan persnya di Jalan Cemara Nomor 19, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Hasto mengatakan, pertemuan antara dirinya dengan Abraham Samad terjadi pada tengah malam setelah JK dinyatakan sebagai cawapres.

"Ada saya dan ada saksi, kemudian saya pancing lebih lanjut, bahwa seolah-olah saya berempati, karena situasi saat itu seperti itu. Ada ungkapan yang bernada kecewa, maka saya berempati," tukasnya.
Bahkan, pada kesempatan itu, Hasto sempat menanyakan aspirasi Samad kedepannya jika Jokowi-JK dipercaya oleh rakyat menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

"Dan pada saat itu juga Pak Abraham menyampaikan jawaban kepada saya. Jadi seolah ada persoalan pribadi di situ," ucapnya.

Namun, Hasto enggan menyimpulkan bahwa penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, karena motivasi dendam Abraham Samad tidak menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2014.

Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait transaksi mencurigakan dan dugaan penerimaan hadiah. Penetapan tersangka Budi Gunawan disampaikan KPK menjelang proses pelaksanan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper tes) di DPR sebagai calon Kapolri.
(kur)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
KPK Tetapkan Wali Kota...
KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai sebagai Tersangka
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved