Nelayan Temukan Moncong AirAsia

Rabu, 21 Januari 2015 - 12:17 WIB
Nelayan Temukan Moncong...
Nelayan Temukan Moncong AirAsia
A A A
KOTABARU - Tim gabungan yang hendak mengevakuasi bongkahan yang diduga moncong pesawat AirAsia QZ8501 terpaksa menunda pelayaran ke Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan karena dihadang gelombang setinggi 2 meter.

“Saat ini tim yang menggunakan kapal milik Polisi Perairan (Polair) Polres Kotabaru berteduhdiPelabuhanMekarPutih, PulaulautBarat, danberistirahat karena di perairan Kotabaru terjadi gelombang sekitar 2 meter,” kata Koordinator Pos SAR Kotabaru Zulkifli kemarin. Rencananya tim akan melanjutkan pelayaran ke Pulau Sembilan pada pagi hari ini sekitar pukul 05.00 atau 06.00 Wita.

“Diperkirakan pada jamjam tersebut kondisi laut teduh, tidak seperti saat ini terjadi gelombang tinggi dan angin kencang,” tambah anggota SAR Pos SAR Kotabaru Adi Maulana. Dia menjelaskan, kemarin tim gabungan yang menggunakan kapal Polair tersebut berangkat dari pelabuhan di Kotabaru ke Pulau Sembilan.

Setelah beberapa jam berlayar, terjadi gelombang tinggi dan angin kencang sehingga kapal mencari tempat berteduh dan beristirahat. Rencananya, tim akan mengevakuasi barang yang diduga moncong pesawat AirAsia yang ditemukan nelayan asal Dusun Karang, Tanjung Nyiur, Kecamatan Pulau Sembilan. Koordinator Pos SAR Kotabaru Zulkifli mengatakan, benda tersebut ditemukan nelayan bernama Nita sekitar 5 mil dari Pulau Marabatuan.

“Barang yang ditemukan tersebut langsung dibawa Nita ke rumah Kepala Desa Tanjung Nyiur untuk diamankan,” kata Zulkifli. Dia menjelaskan, barang yang diduga moncong pesawat terbang Airbus A320-216 AirAsia QZ8501 itu tipis dengan panjang sekitar 2 meter. “Karena setelah ada laporan barang tersebut akan dievakuasi, warga menyimpannya di Desa Tanjung Nyiur di Pulau Marabatuan,” imbuhnya.

Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak pada Minggu, 28 Desember 2014, sebelum kemudian dipastikan jatuh di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan, dengan puluhan korban tewas telah ditemukan, dievakuasi, dan diidentifikasi. Ekor pesawat sudah ditemukan dan diangkat, sementara badan pesawat belum berhasil dievakuasi dari dasar laut karena sejumlah kondisi, termasuk cuaca yang tidak bersahabat.

Lutfi yuhandi/Ant
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Prabowo Lantik Kepala...
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil BGN Baru pada Senin 8 Juni 2026
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved