Tak Harus Kaya untuk Berbagi

Minggu, 18 Januari 2015 - 09:44 WIB
Tak Harus Kaya untuk...
Tak Harus Kaya untuk Berbagi
A A A
Keberhasilan Untung dalam mengurangi lahan kritis Bondowoso tak terlepas dari dukungan keluarga serta kerja sama dengan berbagai pihak. Bentuk dukungan dari keluarga ditunjukkan oleh sang istri, Suwarsih.

Suwarsih tidak keberatan kala Untung memutuskan menyisihkan sepertiga dari gajinya untuk dibelikan bibit pohon. Suwarsih mendukung penuh keinginan Untung untuk menghijaukan kembali lahan Bondowoso yang tandus. Meski berarti, Suwarsih harus pintar mengatur keuangan keluarga.

“Kami berada jauh dari pemerintahan, jadi harus dilakukan secara swadaya. Menurut saya, tak harus menunggu kaya untuk berbagi. Jika bisa berbuat kebaikan sekarang, mengapa harus ditunda,” ucap pria kelahiran Bondowoso, 30 Mei 1952 ini. Dalam menjalankan misinya, Untung merangkul seluruh masyarakat dan kalangan lintas agama. Untuk seluruh kegiatan sosialnya, Untung melibatkan para kyai, pendeta, room, dan bhiksuni.

Serta, mengajak para pemuda Islam, Nasrani, Budha, hingga Konghucu untuk terlibat aktif melakukan konservasi hutan. Selain ditujukan untuk konservasi lingkungan, apa yang Untung lakukan juga sebagai upaya menciptakan suasana kerukunan dan keharmonisan hidup antarsesama.

“Konflik agama itu sungguh menyesakkan. Pada 1998, seluruh gereja di Situbondo dibakar. Hal ini menunjukkan mudahnya masyarakat dihasut untuk melukai orang lain. Oleh sebab itu, saya merangkul semua unsur agama dalam berkegiatan agar tercipta kerukunan hidup,” tutur alumnus Universitas Bondowoso ini. Orang tua zaman dulu, Untung menuturkan, ketika memakan buah akan selalu memilih biji yang baik untuk kemudian ditanam.

Berkaca pada kearifan orang tua, Untung melibatkan ratusan anak santri dan anak sekolah untuk mulai menanam. Dengan begitu, anak-anak ini bisa menyentuh tanah dan menanam bibit pohon. Toh, imbuh Untung, dalam waktu lima tahun ke depan mereka bisa merasakan manfaatnya. “Dari bibit pohon yang ditanam tersebut, mereka sudah mewarisi adik masing-masing supaya bisa mendapatkan biaya sekolah dan memenuhi kebutuhan pesantren,” kata Untung.

Ema malini
(bbg)
Berita Terkait
Penyelenggara Siapkan...
Penyelenggara Siapkan Kejutan di Launching Luwu Timur Inspiring
Apa Itu Stiff Person...
Apa Itu Stiff Person Syndrome, Penyakit Langka yang Diidap Celine Dion?
Profil Alindra Person,...
Profil Alindra Person, Pasangan Terence Crawford yang Dihina Tyan Booth
Joy Red Velvet Dalam...
Joy Red Velvet Dalam Pembicaraan Bintangi Drama Just One Person
Zelensky Dinobatkan...
Zelensky Dinobatkan Time sebagai Person of the Year 2022
Trump Dinobatkan sebagai...
Trump Dinobatkan sebagai Person of the Year versi Time
Berita Terkini
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Dedi Mulyadi Menilai Keputusan Hakim Sudah Tepat
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved