Karikatur Nabi Pelecehan untuk Seluruh Umat Beragama

Minggu, 18 Januari 2015 - 09:27 WIB
Karikatur Nabi Pelecehan...
Karikatur Nabi Pelecehan untuk Seluruh Umat Beragama
A A A
JAKARTA - Sejumlah tokoh lintas agama di Indonesia menyampaikan pandangannya atas kasus pelecehan agama oleh media satire asal Prancis Charlie Hebdo yang berujung pada penembakan yang menimbulkan korban jiwa.

Tokoh umat Hindu Nyoman Udayana menilai apa yang dilakukan Charlie Hebdo dengan menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW melukai seluruh umat beragama, bukan hanya umat Islam. Menurutnya, simbol agama tak boleh dipermainkan. ”Agama tidak boleh direndahkan. Semua pemeluk agama akan merasakan pelecehan itu, semua agama mengutuk.

Kalau di Indonesia itu sudah masuk kategori SARA,” katanya seusai pertemuan tokoh lintas agama di Gedung PGI, Salemba, Jakarta kemarin. Menurutnya, Indonesia dapat mengambil peran dalam penyelesaian kasus Charlie Hebdo. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat toleransi beragamanya yang tinggi.

“Itu adalah isu global, semua umat beragama di dunia ikut kena, perlu ada wakil dari Kementerian Agama atau majelis umat beragama untuk ikut berperan dalam penyelesaian kasus tersebut,” kata Udhayana. Rohaniwan Katolik Romo Franz Magnis Suseno mengatakan, dalam kehidupan masyarakat modern, kebebasan berekspresi menjadi penting untuk menangkis rekayasa kekuasaan. Namun, dari aspek moral, kebebasan itu harus digunakan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, ada garis tipis antara satire dengan penghinaan atau pelecehan. “Satire itu menyindir dengan mengajukan kritik agar diperhatikan. Melecehkan itu merupakan tindakan merendahkan dan tidak menghargai nilai yang dianut orang lain. Yang dilakukan Charlie Habdo itu melecehkan, bukan satire,” kata Magnis.

Cara terbaik untuk menyelesaikan kasus Charlie Hebdo, menurut Magnis, adalah dengan mendiamkannya dan tidak meresponsnya secara berlebihan. “Kata Gus Dur, Tuhan itu tidak perlu pembela. Makanya harus tenang dan jangan langsung tersulut emosi. Tapi kalau sekadar menyampaikan peringatan kepada Charlie Hebdo, boleh saja,” ujarnya.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyeru umat Islam di Indonesia untuk tidak terprovokasi kasus penistaan agama oleh Charlie Hebdo dengan menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW. “Apa pun kekecewaan dan amarah kita atas penghinaan seseorang terhadap keyakinan kita, tak lantas membolehkan kita berbuat kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, Rasulullah mencontohkansaat dihinajustru mendoakan kaum yang menghinanya tersebut, bukan membalasnya dengan kekerasan. Menag menyesalkan kebebasan pers yang tidak menghormati keyakinan umat beragama, termasuk keyakinan umat Islam yang tak boleh menggambar wujud fisik Nabi Muhammad SAW.

“Reaksi emosional Charlie Hebdo dengan menggalang kekuatan dengan cara membuat karikatur besarbesaran justru akan memperkeruh keadaan dan bisa menimbulkan reaksi balik yang lebih keras,” sebutnya. Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah Abdul Muti menilai tindakan pelecehan Charlie Hebdo bukan didasari ideologi agama tertentu, melainkan berdasarkan nilai liberalisme dan sekularisme yang mereka anut.

“Mereka sengaja ingin melakukan delegitimasi dan desakralisasi agama, tujuannya untuk melemahkan agama dan menjauhkannya dari ruang publik,” ungkapnya. Di samping itu, Abdul Muti menilai aksi media tersebut sangat kuat dilatarbelakangi motif ekonomi.

Khoirul muzakki
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved