Jam Sibuk, KRL Tiba Tiap 5 Menit Sekali

Kamis, 15 Januari 2015 - 10:21 WIB
Jam Sibuk, KRL Tiba...
Jam Sibuk, KRL Tiba Tiap 5 Menit Sekali
A A A
JAKARTA - Kabar gembira bagi para pengguna kereta rel listrik (KRL) Commuter Line. Mulai kemarin PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menambah 12 perjalanan KRL.

Dengan tambahan tersebut terdapat 751 perjalanan KRL per hari. Pada bulan lalu PT KCJ telah menambah 15 perjalanan, terdiri atas delapan perjalanan rute Bogor/Depok-Jakarta Kota dan tujuh perjalanan Bogor/ Depok-Duri. Manager Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa menerangkan, 12 perjalanan ini terbagi dalam dua lintas, yakni delapan rute Bogor/Depok -Jakarta Kota dan empat rute Bogor-Jatinegara.

”Tambahan perjalanan rata untuk siang hari mulai dari 10.14-14.55 WIB,” katanya kemarin. Dengan tambahan perjalanan ini Eva mengklaim jarak antarkereta pada jam sibuk (pagi dan sore) antara 5-10 menit. Pada saat jam lengang (siang dan malam) antara 10-15 menit. Dari 751 perjalanan, penumpang yang dapat diangkut sebanyak 750.000 orang per hari.

”Target kami sampai 2019 penumpang yang diangkut mencapai 1,2 juta orang per hari. Makanya kami gencar menambah perjalanan kereta,” ujarnya. Pemilihan rute Bogor/Depok- Jakarta Kota dan Bogor/ Depok-Jatinegara serta sebaliknya karena dibandingkan wilayah lain penumpang terbanyak berasal dari wilayah itu. ”Okupansi (penumpang) dari dan menuju Depok/Bogor paling banyak. Sejauh ini ada 72%,” bebernya.

Meski begitu, Eva membantah pihaknya mengesampingkan penumpang dari wilayah lain seperti Bekasi dan Tangerang. Ke depan untuk kedua wilayah itu, PT KCJ akan menambahkan perjalanan kereta. Hanya, lanjutEva, untukwilayah Tangerang, khususnya dari Stasiun Parung Panjang ke Stasiun Maja, belum dapat ditambah karena double track di wilayah tersebut belum ada.

”Di sana masih single track, Mas. Soal pembangunan double track bukan kewenangan kami,” ungkapnya. Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) I Agus Komarudin menegaskan, tambahan 12 perjalanan KRL tidak akan mengganggu perjalanan KA jarak jauh dan menengah.

”Semuanya telah teratur dengan sistem kami dan tidak mengganggu,” ungkapnya. Agus mengakui, belum berfungsinya double track dari Stasiun Parung Panjang hingga Stasiun Maja membuat perjalanan KA khususnya KRL terhambat. Untuk itu, PT KAI meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya Dirjen Perkeretaapian segera menyelesaikan jalur ganda tersebut.

”Sejauh ini double track dari Stasiun Parung Panjang sudah ada sampai Stasiun Tigaraksa, hanya belum dapat dioperasikan. Ada sekitar 20 kilometer lagi sampai Stasiun Maja hingga double track terpenuhi,” tutupnya.

APTB Tak Dihapus

Pemprov DKI Jakarta tidak menghapus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB). Hanya, apabila ingin masuk ke dalam kota, APTB harus masuk ke dalam PT Transportasi Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, saat ini pihaknya sedang menawari operator APTB untuk melebur armadanya di bawah PT Transportasi Jakarta.

Nantinya seluruh armada APTB dibayar dengan sistem per kilometer. ”Banyak ditemukan di lapangan APTB ngetem, nunggu penumpang di lampu merah, jalan pelan-pelan, bikin macet. Nah,cara satu-satunya bayar per kilometer. Jadi enggak ada lagi tuh APTB ngetem seenaknya. Kalau tidak mau ya kita usir,” kata Ahok di Balai Kota.

Ahok menjelaskan, sebenarnya pemilik APTB itu adalah para operator Transjakarta. Dia pun heran kenapa mereka membikin APTB, bukan memperluas Transjakarta. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Benjamin Bukit akan melanjutkan instruksi gubernur dengan berdiskusi terlebih dulu bersama para operator APTB. Ada dua opsi yang akan ditawarkan.

Pertama, pembatasan operasional hanya sampai perbatasan sesuai nama moda transportasinya. Kedua, APTB bisa masuk Ibu Kota dengan sistem dibayar per kilometer. ”Nanti yang mengatur trayeknya PT Transportasi Jakarta,” ungkapnya. Selain itu, kata Benjamin, dinasnya juga sedang membuat konsep revitalisasi angkutan umum yang nantinya juga berada di bawah PT Transportasi Jakarta. Konsep tersebut dibantu dengan konsultan dari Australia.

”Kami belum dapat penjelasan konsep sistem pembayaran rupiah per kilometer. Rencananya tiga trayek. Sementara ini yang sudah siap trayek Kopaja,” ujarnya. Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan mengatakan, para operator angkutan umum ataupun APTB saat ini belum mengetahui bentuk kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta terkait pembayaran rupiah per kilometer.

Namun, menurut perhitungan para operator, minimal PT Transportasi Jakarta harus membayar Rp13.000 per kilometer. Dia memaparkan, hal terpenting dalam kerja sama tersebut tidak ada trayek yang dihilangkan. ”Kalau saling menguntungkan, kami enggakmasalah. Namun, kalau sampai kehilangan rute trayek, kami tolak sebab membeli rute itu tidak murah,” ujarnya.

Shafruhan memaparkan, saat ini jumlah mikrolet di Ibu Kota sebanyak 14.600 unit, bus sedang seperti Metromini, Kopaja, dan Koantas Bima sebanyak 4.000 unit, dan bus besar 6.000 unit.

”APTB itu kan trayek lama yang istilahnya diganti. Enggak bisa serta-merta rute APTB itu dihapus karena memberi pelayanan dari daerah penyanggah ke dalam kota,” kilahnya.

Yan yusuf/ Bima setiyadi
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Oleh Soleh Dukung Perpres...
Oleh Soleh Dukung Perpres 111/2025: LGBTQ Sudah Jadi Ancaman Nonmiliter
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved