Konflik Internal, Elite Golkar Jangan Abaikan Pilkada Serentak

Rabu, 14 Januari 2015 - 16:22 WIB
Konflik Internal, Elite...
Konflik Internal, Elite Golkar Jangan Abaikan Pilkada Serentak
A A A
JAKARTA - Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak segera dilaksanakan. Namun, konflik internal Partai Golkar masih berlanjut.

Politikus Partai Golkar, Taufik Hidayat mengingatkan kepada kedua pihak terkait konflik jangan mengabaikan agenda penting ini.

"Partai Golkar terancam tidak bisa ikut pilkada,” ujar Taufik dalam perbincangannya melalui sambungan telepon, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Taufik mengatakan, mengacu regulasi pilkada, penyelenggara pemilu akan memverifikasi legalitas kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sebelum menetapkan bakal calon kepala daerah yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai, baik tingkat I maupun tingkat II.

"Bukan hanya kesepakatan antar juru runding Partai Golkar tentang tafsir UU Pilkada, tapi ini sudah meliputi prosedur kerja dari penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP,” terangnya.

Mantan Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu ini menambahkan, jika, sampai akhir Februari 2015 belum ada kepastian legalitas kepengurusan DPP Partai Golkar, sudah pasti DPD I dan DPD II tidak bisa ikut mengajukan bakal calon kepala daerah.

“Kami minta KPU, Bawaslu, dan DKPP memahami kondisi tersebut. Ini soal prosedur pilkada yang harus dilalui,” ucapnya.

Dia juga menyesalkan berlarut-larutnya konflik Partai Golkar hingga saling mengajukan gugatan ke pengadilan, baik dari kubu Agung Laksono maupun kubu Aburizal Bakrie (Ical) semakin memperpanjang proses penyelesaian konflik dan semakin terancamnya agenda partai.

Maka itu, dia tetap mengusulkan Munas bersama Partai Golkar sebagai jalan paling cepat dan demokratis mengatasi dualisme kepengurusan tersebut. “ Kami minta para tokoh Golkar untuk lebih fokus pada jalur politik dalam menyelesaikan masalah ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau partai politik segera menyelesaikan konflik dualisme kepemimpinan, agar ikut serta dalam pilkada serentak yang tahapannya diperkirakan dimulai akhir Februari 2015.

"Kami berharap sebelum pendaftaran bakal calon sekitar akhir Februari tidak ada konflik internal partai. Tidak hanya di pusat tapi di daerah juga," imbuh Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Jumat 19 Desember 2014.
(kur)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved