Polisi Cari Taksi yang Dipakai Merampok
Kamis, 08 Januari 2015 - 12:06 WIB
Polisi Cari Taksi yang Dipakai Merampok
A
A
A
JAKARTA - Masih ingat kasus perampokan di dalam taksi putih di kawasan SCBD dan Kuningan, Jakarta Selatan dengan korbannya dua karyawati? Saat ini taksi tersebut belum ditemukan dan masih terus dicari pihak kepolisian.
“Satu tersangka belum ditangkap. Kami juga masih melakukan pelacakan taksinya,” ujar Direktur Reserse Kriminal UmumPoldaMetroJaya Kombes Pol Heru Pranoto kemarin. Meski taksi belum ditemukan, polisi bisa menjerat para pelaku karena bukti-bukti yang dimiliki sudah cukup. “Buktinya, pengakuan pelaku dan kesaksian korban serta beberapa barang bukti lainnya,” katanya.
Upaya polisi segera menemukan taksi yang digunakan merampok juga didorong oleh pihak Express Group. Kuasa hukum Express Group Berman Limbong mengaku merasa dirugikan dengan belum ditemukannya barang bukti tersebut, karena memunculkan dugaan yang merusak citra Express Group.
Menurutnya, ada saja orang yang menyimpulkan taksi yang digunakan mirip dengan armada taksi Express. Kriminolog Universitas Indonesia Muhammad Mustofa mengatakan jangan sampai ada motif monopoli bisnis di balik kasus perampokan penumpang di dalam taksi yang terjadi beberapa waktu lalu. Masalahnya, ini akan mencederai bisnis transportasi di Indonesia.
Helmi syarif
“Satu tersangka belum ditangkap. Kami juga masih melakukan pelacakan taksinya,” ujar Direktur Reserse Kriminal UmumPoldaMetroJaya Kombes Pol Heru Pranoto kemarin. Meski taksi belum ditemukan, polisi bisa menjerat para pelaku karena bukti-bukti yang dimiliki sudah cukup. “Buktinya, pengakuan pelaku dan kesaksian korban serta beberapa barang bukti lainnya,” katanya.
Upaya polisi segera menemukan taksi yang digunakan merampok juga didorong oleh pihak Express Group. Kuasa hukum Express Group Berman Limbong mengaku merasa dirugikan dengan belum ditemukannya barang bukti tersebut, karena memunculkan dugaan yang merusak citra Express Group.
Menurutnya, ada saja orang yang menyimpulkan taksi yang digunakan mirip dengan armada taksi Express. Kriminolog Universitas Indonesia Muhammad Mustofa mengatakan jangan sampai ada motif monopoli bisnis di balik kasus perampokan penumpang di dalam taksi yang terjadi beberapa waktu lalu. Masalahnya, ini akan mencederai bisnis transportasi di Indonesia.
Helmi syarif
(bbg)