Australia Peringatkan Ancaman Teroris

Rabu, 07 Januari 2015 - 10:51 WIB
Australia Peringatkan...
Australia Peringatkan Ancaman Teroris
A A A
SYDNEY - Setelah Amerika Serikat (AS) memperingatkan ancaman teroris terhadap Indonesia, kemarin Australia melakukan hal serupa. Pemerintah Negeri Kanguru mengkhawatirkan serangan teroris dan meminta warganya “berhati-hati”.

Pemerintah Australia tidak melarang warga negara mereka untuk mengunjungi Indonesia. Namun, dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri, Australia memasang status “hati-hati” kepada warga Australia yang ingin mengunjungi Indonesia. Mereka memberikan beberapa panduan keselamatan dan keamanan.

Status“hati-hati” ituakanberlaku sampai kondisi kembali aman dan berpeluang turun menjadi “normal” jika perkembangan situasi diIndonesia membaik. Saat ini Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara dalam status “hati-hati” Australia. Di Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua, Australia memasang status “pertimbangkan kembali perjalanan Anda” kepada warga Australia.

Peringatan ini tidak hanya berkaitan dengan sejarah peristiwa ancaman atau serangan teroris, tapi juga potensi perampokan, kekerasan, penyakit menular, dan bencana alam. Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Julie Bishop mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi di Indonesia dengan sangat dekat demi keamanan dan keselamatan warganya.

Pemerintah, kata Bishop, akan bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas terkait di Indonesia untuk membantu melindungi warga mereka. “Kita harus selalu waspada ketika berkunjung ke luar negeri,” ujar Bishop kepada reporter di Perth, dikutip News.com.

“Tentu saja kita (Australia) telah mengalami pengalaman tragis pada masa lalu saat warga Australia tewas. Namun, kami bekerja sama erat bersama lembaga keamanan, intelijen, dan pelaksana hukum Indonesia,” sambungnya. Warga negara Australia di Indonesia, kata Bishop, sepatutnya tidak bisa dilindungi secara penuh oleh pemerintah di setiap saat.

Karena itu, dia meminta warga Australia untuk memperhatikan dengan baik instruksi pemerintah, baik Australia maupun Indonesia. Mereka juga diminta membaca panduan perjalanan ke luar negeri. “Tentu saja dalam segala situasi masyarakat Australia perlu sangat waspada dan hati-hati. Kenyataannya, mereka berada di negara orang. Mereka harus tunduk pada aturan hukum negara yang mereka kunjungi,” ungkap Bishop mengacu pada beberapa warga Australia yang malah tersandung kasus kriminal di Indonesia.

Aturan hukum di Indonesia juga sangat ketat, terutama dalam gerbang lalu lintas perbatasan. Warga Australia yang memiliki rekor kriminal, terlepas di negara mana dan sudah berapa lama orang tersebut melanggar hukum, tidak akan bisa masuk Indonesia. “Staf Imigrasi Indonesia akan menolak mereka,” bunyi panduan keamanan Australia. Menurut Bishop, warga Australia yang ingin melancong ke luar negeri, termasuk Indonesia, perlu membawa asuransi.

“Dengan demikian, Anda akan merasa nyaman menikmati masa liburan. Jika tidak bisa membawa asuransi ke Indonesia, barangkali Anda perlu mempertimbangkan agenda tersebut,” jelas Bishop. Bishop menilai Indonesia menjadi wilayah aktivitas terorisme dalam beberapa waktu. Lembaga Keamanan Australia, kata Bishop, akan mengambil seluruh sumber informasi yang kredibel.

“Ya, jika informasinya kredibel, lembaga keamanan pasti akan mempertimbangkannya. Ini untuk kebaikan kita (Australia) semua,” kata politikus berusia 58 tahun itu. Khusus untuk Bali, Australia secara tegas memasang status sebagai wilayah yang “sebaiknya dihindari” oleh warga negaranya saat ini.

Pemerintah Canberra sepertinya tidak ingin peristiwa bom Bali pada 12 Oktober 2002, yang menewaskan 202 orang, terulang. Sebelumnya, pada 3 Januari, intelijen AS memperingatkan bank dan hotel milik pengusaha AS ada dalam ancaman serangan teroris di Surabaya. Namun, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman mengatakan bahwa situasi keamanan di Indonesia, terutama Surabaya, kondusif. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Surabaya aman,” katanya.

Muh shamil/Antara
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved