Lebih dari 30 Rumah di Australia Selatan Terancam Hancur

Senin, 05 Januari 2015 - 14:44 WIB
Lebih dari 30 Rumah...
Lebih dari 30 Rumah di Australia Selatan Terancam Hancur
A A A
ADELAIDE - Lebih dari 30 rumah di wilayah Australia Selatan terancam hancur saat petugas pemadam kebakaran kewalahan mengendalikan api yang menerjang wilayah tersebut.

Kemarin otoritas setempat bahkan mengingatkan warganya agar waspada meskipun cuaca beranjak membaik. Badan Pemadam Kebakaran setempat mengungkap kobaran api, yang sudah menerjang sejak Jumat di Sampson Flat, Mount Lofty Ranges, timur Adelaide, semakin intensif dan bergerak membakar apa saja yang siap dilaluinya. Hal tersebut membahayakan kehidupan.

Namun, suhu yang sedikit sejuk kemarin diharapkan akan membantu petugas pemadam untuk meneruskan upaya pemadaman sebelum cuaca kembali meningkat lagi pada Rabu. “Saya bisa mengonfirmasi 12 rumah telah hancur, dan saat ini ada 20 rumah lagi yang dikhawatirkan juga akan terbakar,” ujar Perdana Menteri Australia Selatan Jay Weatherill kepada wartawan, dikutip AFP.

Weatherill menambahkan, suhu yang bersahabat memungkinkan petugas pemadam untuk meneruskan tugasnya guna meminimalkan musibah. Menurutnya, sepanjang Minggu kemarin memang menjadi kondisi ideal melakukan tindakan pencegahan dan pemadaman karena kondisi cuaca akan kembali buruk pada Rabu. “Kami berusaha melakukan yang terbaik guna mengatasi masalah ini,” katanya.

Kepala Eksekutif Badan Pemadam Kebakaran Greg Nettleton mengungkap, ramalan cuaca menyebutkan bahwa suhu akan meningkat mencapai 39 derajat Celsius pada Rabu, tetapi angin diharapkan tidak terlalu kencang sebagaimana yang sudah terjadi dalam dua hari terakhir. Dalam upaya pemadaman, ratusan pemadam dari negara bagian tetangga, seperti Victoria dan New South Wales juga turut membantu.

Total petugas pemadam kebakaran hingga kemarin mencapai 800 orang. Sekitar 22 orang, paling banyak petugas, dikabarkan mengalami luka ringan karena terjangan api. Sejak api membakar wilayah Australia Selatan, lebih dari 11.000 hektare di Adelaide Hills, yangberada didalamareaMount Lofty Rangers terbakar.

Wilayah tersebut memiliki populasi sekitar 40.000 orang dan dikenal memiliki pemandangan indah dan juga dikenal sebagai produsen pertanian serta anggur. Pejabat setempat mengungkap kondisi pada Sabtu (4/1) disebut sebagai yang terburuk sejak 1983. Bencana 1983 tersebut menewaskan lebih dari 70 orang di Australia Selatan dan Victoria. Musibah juga menghancurkan ribuan rumah dan bangunan.

Kebakaran hutan sendiri semacam menjadi musibah yang senantiasa datang saat musim panas mulai melanda antara Desember hingga Februari. “Black Saturday”, badai api terburuk dalam beberapa tahun lalu, menghanguskan Victoria selatan pada 2009. Ribuan rumah rusak dan 173 orang tewas.

Sugeng wahyudi
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved