Maraton Menuju Kesuksesan

Minggu, 04 Januari 2015 - 14:58 WIB
Maraton Menuju Kesuksesan
Maraton Menuju Kesuksesan
A A A
Dedikasi dan komitmen Lisa untuk mewujudkan kedigdayaan sumber pangan tak hanya membawanya berkeliling di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Dari setiap perjalanan tersebut tertoreh berbagai kisah dan pengalaman yang terus membekas dalam diri Lisa.

Perjalanan yang tak hanya mengukir kenangan, tetapi juga inspirasi bagi Lisa sebagai seorang individu dan profesional. Segudang pengalaman yang membawanya menuju hidup penuh makna dari hal sederhana yang ia lakukan.

“Menyadari bahwa kehadiran saya bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan negara,” kata perempuan kelahiran Jakarta, 5 September 1981 ini. Pada 2012, Lisa mewakili Indonesia untuk menghadiri acara internasional bertajuk Salone del Gusto di Turin, Italia. Di ajang ini, Lisa juga didaulat menjadi pembicara dalam sebuah workshop bertema Indigeneous Rice of Asia bersama tiga delegasi dari negara Asia lain.

Dalam acara tersebut, Lisa sempat bertemu dengan idolanya, Vandana Shiva, seorang aktivis asal India yang memperjuangkan hak petani atas benih. “Lebih dari lima tahun saya mendambakan bisa menghadiri acara Salone del Gusto. Saya bersyukur bisa terpilih secara aklamasi oleh Slow Food International untuk mewakili Indonesia,” ujar perempuan yang dinobatkan sebagai Most Inspiring Woman 2013 oleh majalah Her World Indonesia.

Dari sederet perjalanan yang dilakukan, akhirnya membawa Lisa ke Bumi Langit Institute di Imogiri, Yogyakarta, Juli 2013. Sejak saat itu, Lisa memutuskan untuk “mengasingkan diri” dari hiruk-pikuk Ibukota. Ia memilih menetap di Imogiri untuk bertani dengan belajar langsung dari para produsen pangan berkualitas.

Produsen yang tegas menolak penggunaan bahan kimia dan kebergantungan bahan impor. Di sini ia belajar bahwa diperlukan kerja sama antara manusia dan alam untuk menata sarana kehidupan. “Saya merasa seperti menemukan surga, di mana cita rasa dirayakan secara suka cita setiap hari,” ucap peraih L’Oreal Paris Women of Worth Indonesia 2014.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan, Lisa merasa masih jauh dari katasukses. Saat iniia merasabelumbisa menemukan makanan berkualitas dan pangan artisanal Indonesia di tingkat mondial. Ia juga belum bisa membuat para petani, peternak, nelayan, serta pembuat makanan artisanal tersenyum bangga melihat produknya digunakan oleh warga dunia.

Lisa mengatakan, ia akan merasa sukses dan dapat beristirahat tenangbila masyarakat Indonesia sudah memiliki kedigdayaan dalam sumber pangan. “Saya masih maraton menuju kesuksesan,” pungkas Lisa.

Ema malini
(bbg)
Berita Terkait
Penyelenggara Siapkan...
Penyelenggara Siapkan Kejutan di Launching Luwu Timur Inspiring
Apa Itu Stiff Person...
Apa Itu Stiff Person Syndrome, Penyakit Langka yang Diidap Celine Dion?
Profil Alindra Person,...
Profil Alindra Person, Pasangan Terence Crawford yang Dihina Tyan Booth
Joy Red Velvet Dalam...
Joy Red Velvet Dalam Pembicaraan Bintangi Drama Just One Person
Trump Dinobatkan sebagai...
Trump Dinobatkan sebagai Person of the Year versi Time
Zelensky Dinobatkan...
Zelensky Dinobatkan Time sebagai Person of the Year 2022
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
4 Kunci Timnas Indonesia...
4 Kunci Timnas Indonesia Menuju Puncak Juara Piala Asia U-23 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved