Korut Ajak Korsel Berunding di Pyongyang

Jum'at, 02 Januari 2015 - 10:29 WIB
Korut Ajak Korsel Berunding...
Korut Ajak Korsel Berunding di Pyongyang
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) berpeluang membuka dialog bersejarah. Presiden Korut Kim Jong-un mengajukan perundingan tingkat tinggi dengan Korea Selatan (Korsel) di Pyongyang kemarin.

Dia berharap kedua negara akan memiliki hubungan erat tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Pertemuan antara Korut dan Korsel jarang terjadi di Pyongyang. Dengan demikian, tidak heran jika pengajuan dialog dari Korut terhadap Korsel mengejutkan. Meski jarang, Korut bukan berarti tidak pernah melakukan perundingan tingkat tinggi dengan Korsel. Korut pernah mengajak Korsel duduk di satu meja pada 2007.

“Sesuai dengan kepentingan yang bisa diciptakan, kami tidak memiliki alasan untuk menepikan dan mengabaikan perundingan dengan Korsel,” ujar Jong-un, dikutip AFP. Lebih lanjut, Jong-un mendesak kedua negara untuk tidak saling berpaling dan berusaha menurunkan ketegangan. Jong-un sadar hubungan baik antara Korut dan Korsel merupakan kondisi yang menguntungkan bagi kedua negara.

Namun, dia masih merasa kecewa dengan intervensi dan provokasi Amerika Serikat (AS) terhadap Korut. “AS dan sekutunya memakai alibi hak asasi manusia untuk memusnahkan nuklir yang menjadi pertahanan kami,” katanya. Jong-un mengatakan akan mencoba semua upaya untuk memajukan dialog dan negosiasi dengan Korsel. Sengketa Semenanjung Korea yang berakhir dengan kekerasan, kata Jong-un, sebaiknya tidak boleh ditoleransi.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan mendukung perkembangan hubungan di antara kedua negara. Presiden Korsel Park Geunhye sudah memberikan lampu hijau kepada Korut untuk melakukan perundingan pada 23 Desember 2014. Dia sangat antusias untuk melakukannya. “Pemerintah akan terus melanjutkan upaya dialog dengan Korut secara terbuka,” ungkap Geun-hye.

Geun-hye sudah beberapa kali mengungkapkan keinginan tersebut untuk mempersiapkan proses reunifikasi (penyatuan kembali) pada tahun ini. Korsel, kata Geun-hye, akan menyediakan bantuan yang konkret terhadap masyarakat Korut. Menurut Geun-hye, reunifikasi Korea juga akan menjadi kabar baik bagi dunia luar.

Implementasi dari cita-cita akan dimulai dengan menjalin kerja sama yang baik antarkedua negara di berbagai bidang. Sebagai bagian dari upaya itu, Korsel akan mendorong pelaksanaan Greater Tumen Initiative (GTI) di Seoul tahun ini. Anggota GTI meliputi Korsel, China, Rusia, dan Mongolia. Korut keluar dari GTI pada November 2009.

Muh shamil
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved