Diduga Pakai Morfin, Pilot AirAsia Ditahan

Jum'at, 02 Januari 2015 - 10:12 WIB
Diduga Pakai Morfin,...
Diduga Pakai Morfin, Pilot AirAsia Ditahan
A A A
JAKARTA - Maskapai AirAsia kembali dirundung masalah. Tim Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara bersama Balai Kesehatan Penerbangan Kementerian Perhubungan( Kemenhub), kemarin, melakukan pemeriksaan acak kepada kru pesawat maupun pilot di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Hasilnya, didapati satu pilot maskapai Air-Asia dengan nomor penerbangan QZ7510 berinisial FI terindikasi positif menggunakan narkoba jenis morfin. Pemeriksaan kemarin dilakukan terhadap 42 orang terdiri dari 25 kru kabin dan 17 pilot pada empat maskapai. Kruudara yang menjadi target pemeriksaan kemarin adalah dari maskapai AirAsia, WingsAir, LionAir serta Garuda Indonesia.

Staf Khusus Bidang Keterbukaan Informasi Publik Kemenhub Hadi M Djuraid mengatakan, pemeriksaan dilakukan sesaat setelah FI mendarat pukul 08.50 WIT. Sedianya FI akan kembali terbang ke Jakarta pada pukul 09.20 dengan penerbangan QZ7511. “Akibat temuan tersebut pilot FI dilarang terbang dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub,” kata dia.

Kesimpulan hasil pemeriksaan FI baru bisa diketahui hari ini melalui pemeriksaan lanjutan. “Yang jelas kita ingin memperbaiki kualitas penerbangan udara kita dari semua sektor. Salahsatu langkah yang dilakukan dengan pemeriksaan random (acak) ini kepada seluruh pilot dan kru pesawat,” ucapnya.

Ketika dimintai konfirmasi atas halitu, PresdirPT Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko mengungkapkan, pihaknya memahami hasil pemeriksaan yang dilakukan Kemenhub. Namun, kata dia, masih diperlukan pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam. Berdasarkan hasil wawancara manajemen AirAsia Indonesia dengan pilot FI, diketahui pilot tersebut baru saja diperbolehkan keluar dari rumah sakit setelah dirawat selama empat hari (26-29 Desember) karena sakit tifus.

“FI juga masih mengonsumsiantibiotik, obatbatuk, sertavitamin yangdirujukdokter pada 31 Desember pukul 02.00 waktu setempat,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima KORAN SINDO. Atas masalah ini, AirAsia Indonesia mendukung penuh langkah Kemenhub sebagai regulator penerbangan nasional menggelar pemeriksaan lanjutan dalam rangka mengonfirmasi temuan awal tersebut.

“Sesuai dengan standar industri penerbangan, seluruh pilot kami wajibkan melakukan tes kesehatan selama 6 bulan sekali. Di dalamnya termasuk tes penyalahgunaan zat-zat tertentu dan terlarang,” ujar dia. AirAsia Indonesia, tambahnya, telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang secara acak menggelar pemeriksaan zat-zat tertentu kepada para penerbang, awak kabin dan karyawan minimal dua kali dalam setahun.

Sementara Kemenhub menegaskan akan tetap melakukan pemeriksaan intensif mengingat pilot yang mengonsumsi obat akibat terserang tifus seharusnya dipertimbangkan untuk tidak terbang. “Kalau dinyatakan dia mengonsumsi antibiotik karena dalam kondisi terserang tifus, kenapa dibiarkan terbang? Apalagi sakit tifus itu membutuhkan istirahat yang panjang,” kata Hadi M Djuraid.

Di sisi lain, dalam rangka menerapkan standar safety penerbangan nasional yang lebih baik, Kemenhub akan melakukan audit investigasi kepada maskapai AirAsia. Audit tersebut dilakukan untuk mencari kekurangankekurangan di lapangan yang bisa mengakibatkan insiden pada penerbangan nasional. Hadi menilai, terdapat keganjalan pada penerbangan AirAsia QZ8501, yakni dengan memajukan jadwal penerbangan lebih awal dari yang direncanakan.

“Selain itu, mengapa ketika akan terbang, pilot tidak meminta lalu mengamati kondisi cuaca saat itu. Padahal sesuai standar, pilot bisa memperoleh informasi cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika sebagai bahan pertimbangan,” pungkasnya.

Ichsan amin/Lutfi yuhandi
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Lauren Sanchez, Jurnalis...
Lauren Sanchez, Jurnalis dan Pilot yang Taklukkan Hati Jeff Bezos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved