Jadikan 2015 Momentum Perbaiki Perilaku Politik

Kamis, 01 Januari 2015 - 11:11 WIB
Jadikan 2015 Momentum...
Jadikan 2015 Momentum Perbaiki Perilaku Politik
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad meminta para elite politik agar pada 2015 ini mengedepankan kepentingan bangsa dan negara serta menampilkan perilaku politik yang lebih santun berdasarkan nilai-nilai demokrasi Pancasila.

Farouk menyatakan kondisi yang kondusif akan tercipta jika ada keteladanan elite politik, baik di pemerintahan maupun di partai politik. “Inilah kunci yang menjamin terwujudnya kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Hendaknya itu diwujudkan pada 2015,” kata Farouk di Jakarta kemarin.

Farouk mengajak seluruh komponen bangsa bersatu, termasuk meminta peran aktif media massa memberikan pendidikan kebangsaan melalui pemberitaan dan analisis yang berimbang. “Contohnya tidak mempertontonkan secara konfrontatif konflik atau perbedaan yang meradang antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP),” ujarnya.

Dia menegaskan praktik perpolitikan penting, namun jauh lebih penting adalah iktikad mendahulukan kepentingan bangsa dan negara. Polarisasi dan kompetisi dalam politik nasional memang alamiah, namun seluruhnya harus dilandasi nilai-nilai kebangsaan yang berisi komitmen demi kesejahteraan masyarakat. Selain mengharapkan ada perbaikan perilaku elite, lanjut Farouk, masyarakat juga mengharapkan upaya pemberantasan korupsi yang pencegahannya sistematis, serta menegakkan supremasi hukum dan ketenteraman umum.

“Seperti pertikaian fisik antarinstansi penegak hukum dan keamanan. Bagaimana bisa masyarakat merasa aman jika aparat sering bertikai,” ujarnya. Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi politik sepanjang 2014. “Sikap yang menonjol pada 2014 adalah lebih mementingkan diri dan kelompoknya sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, 2015 seharusnya menjadi tahun pembuktian bagi kinerja DPR dan pemerintah. “Rasanya tiga bulan cukuplah melihat politik sebagai kompetisi, saatnya kita melihat politik sebagai kerja sama. Kita semua perlu menunjukkan bukti atas semua janji,” kata Fahri kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Fahri berpendapat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harusmelihat 2015 sebagai tahun bekerja sama dan memenuhi semua janjinya kepada rakyat. Sementara DPR harus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Peran DPR ini tidak bisa dikurangi hanya karena ingin menghibur pemerintah.

Rahmat sahid/Kiswondari
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved