Yakini Pramugari dan Anak Masih Hidup

Kamis, 01 Januari 2015 - 10:39 WIB
Yakini Pramugari dan...
Yakini Pramugari dan Anak Masih Hidup
A A A
Dari sekian banyak korban pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Kalimantan, seorang di antaranya adalah warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Korban yang juga seorang pramugari ini bernama Wanti Setiawati, 30, warga Kampung Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Mengetahui Wanti menjadi salah seorang yang berada di pesawat nahas tersebut, pihak keluarga kaget. Kesedihan dan ketidakpastian seputar kabar Wanti pun berkecamuk di hati keluarga dan kerabat.

”Kami sekeluarga sangat syok mendengar informasi itu,” kata Iwan Darmawan, kakak ipar Wanti, saat ditemui di rumahnya kemarin. Di tengah kecemasan menunggu hasil evakuasi, kini pihak keluarga terus memantau perkembangan upaya pencarian para korban melalui media massa. Harapan keluarga, Wanti mendapat mukjizat atau masih hidup. ”Kami terus menunggu kabar soal hasil evakuasi para korban,” ungkapnya.

Demi memperlancar upaya pencarian, keluarga Wanti pun menggelar pengajian. Harapannya, doa-doa yang dipanjatkan bisa ikut memudahkan proses evakuasi. Dalam sehari, keluarga Wanti menggelar pengajian sebanyak dua kali. Pengajian rutin digelar seusai salat zuhur dan magrib.

Di Surabaya, ayah kandung Bhima Aly Wicaksana, 31, salah satu korban pesawat AirAsia, juga berharap ada keajaiban anaknya masih hidup. ”Meski adanya kabar enam jenazah telah ditemukan tapi masih banyak lainnya yang belum ditemukan. Saya berharap di antara yang belum ditemukan itu ada yang hidup, khususnya anak saya,” kata Dwi Janto, ayah Bhima, saat ditemui di kediamannya Jalan Pusang Sewu 45, Surabaya.

Sejak dikabarkan AirAsia hilang kontak, Dwi Janto bersama istri dan kerabatnya yang saat itu berada di Jember langsung ke Surabaya. Dia mendatangi Crisis Center Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya untuk meminta keterangan lebih lanjut. ”Selama tiga hari ini saya mondar-mandir dari rumah di Pucang Sewu ke Juanda,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya terus memantau lewat pemberitaan di televisi dan koran. ”Saya senang sudah ada titik terang, kalau puingpuing pesawat telah ditemukan kemarin. Saya berharap Tim SAR Nasional segera menemukan korban yang lain,” katanya. Menurut dia, sebelum anaknya pamit ke Singapura untuk berlibur, pihaknya sempat melarang.

”Saya sudah larang, mending uangnya buat ibadah umrah. Tapi Bhima bilang nggak perlu umrah, langsung haji saja,” katanya. Dia mengatakan, Bhima yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara ke Singapura bersama tiga teman seprofesi, yakni sebagai pengusaha properti.

”Tapi tiga temannya sama keluarganya. Kalau anak saya belum menikah,” katanya. Sementara, ibu kandung korban, Sri Budi Siswardani, 60, mengatakan sebelum anaknya ke Singapura sempat berpesan tidak telepon sebelum sampai tujuan. Meski belum ada kejelasan, lanjut Sri, pihaknya ikhlas dan pasrah jika Tuhan memberikan takdir lain, yakni jika anaknya meninggal dalam kejadian itu.

”Saya hanya bisa pasrah,” ujarnya. Dwi Janto mengatakan sempat mendapatkan tawaran untuk mendatangi Pangkalan Bun tempat para jenazah dievakuasi. Namun, dia memilih menunggu kabar kerabatnya yang dipastikan menjadi korban jatuhnya AirAsia di Bandara Juanda. ”Buat apa saya ikut ke sana. Tidak ada manfaatnya. Mending saya tunggu di sini,” katanya.

Lukman hakim/Okezone
Bandung, Surabaya
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved