Saham AirAsia Turun hingga 8,50%

Selasa, 30 Desember 2014 - 09:20 WIB
Saham AirAsia Turun...
Saham AirAsia Turun hingga 8,50%
A A A
KUALA LUMPUR - Saham maskapai AirAsia langsung anjlok 8,50% di bursa Kuala Lumpur kemarin setelah hilangnya pesawat dengan kode QZ8501 yang mengangkut 162 orang.

Saham AirAsia sempat melemah hingga 12% menjadi 2,60 ringgit Malaysia pada pembukaan perdagangan, tapi kembali menguat menjadi 2,69 ringgit atau tetap turun 8,50% pada penutupan perdagangan. Ini merupakan penurunan saham terbesar yang dialami AirAsia sejak 2011. Indeks saham gabungan Kuala Lumpur naik 0,23%.

Sekitar 102 juta saham AirAsia diperdagangkan sehingga itu menjadikannya saham paling aktif di bursa tersebut. Seorang broker lokal mengatakan kepada AFP, para investor terus menjual saham AirAsia. Meski demikian, tekanan penjualan akan mereda saat para investor menyadari fakta bahwa pesawat yang hilang itu milik unit AirAsia di Indonesia.

Pendiri perusahaan riset penerbangan Endau Analytics, Shukor Yusof, menjelaskan para investor dan kreditor akan tetap berada di belakang AirAsia dan CEO AirAsia Tony Fernandes yang telah mengubah maskapai itu menjadi maskapai paling sukses di Asia. “Reaksi pasar itu cukup alami. Saya tidak terkejut. Saya pikir kepercayaan investor akan kembali segera karena maskapai itu memiliki model bisnis yang solid,” ujarnya seperti dikutip AFP.

Shukor menjelaskan, insiden itu tidak akan mengurangi antusiasme publik untuk melakukan penerbangan dengan AirAsia. “Insiden ini akan memiliki dampak sangat sedikit pada AirAsia dalam kuartal mendatang. Ini tidak akan merusak fondasi maskapai,” paparnya. Ekonom Yeah Kim Leng, dekan Malaysia University of Science and Technology School of Business, menjelaskan dampak negatif apa pun terhadap harga saham perusahaan hanya jangka pendek.

“Insiden ini tidak akan merusak perjalanan udara dengan AirAsia karena ini maskapai murah yang memiliki pasar besar di tengah pertumbuhan pesat di kawasan,” katanya. AirAsia menyatakan, pesawat yang hilang itu terakhir kali mendapat perawatan pada 16 November. Hilangnya pesawat AirAsia menjadi bencana terbaru bagi perusahaan penerbangan asal Malaysia.

Sebelumnya, Malaysia Airlines Flight MH370 hilang dalam rute dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Maret dengan 239 penumpang dan kru, kemudian pada Juli penerbangan MH17 ditembak di Ukraina hingga menewaskan 298 orang di kabin. AllianceDBS menurunkan rating saham AirAsia dari beli menjadi tahan dengan sejumlah alasan yang tidak terkait dengan kasus hilangnya pesawat tersebut.

Alliance DBS menyatakan, beban utang AirAsia yang sebagian besar dihitung dengan dolar akan semakin besar pada tahun depan saat dolar Amerika Serikat menguat terhadap ringgit. Analis Tan Kee Hoong juga mengatakan, maskapai itu mungkin tidak sepenuhnya diuntungkan dari harga minyak yang turun karena manajemen menunjukkan bahwa sebagian tabungan akan dikembalikan pada konsumen dari biaya bahan bakar yang lebih rendah.

Syarifudin
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved