Turki dan Irak Siap Perangi ISIS

Sabtu, 27 Desember 2014 - 16:05 WIB
Turki dan Irak Siap...
Turki dan Irak Siap Perangi ISIS
A A A
ANKARA - Irak dan Turki menyatakan bergabung dengan koalisi bersama melawan gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Kerja sama itu menjadi babak baru setelah kedua itu telah lama bersitegang. ”ISIS bukan hanya mengancamkeamananIrakdanTurki, tetapi seluruh kawasan,” kata Perdana Menteri (PM) Irak Haidar al-Abadi, dikutip AFP. Pernyataan itu diungkapkan dalam konferensi pers bersama Menlu Turki Ahmet Davutoglu pada Kamis (25/12) waktu setempat.

Sebelumnya Turki menghadapi kritikan internasional karena mengizinkan perbatasannya sebagai pintu gerbang untuk masuknya para gerilyawan yang akan berjuang di Suriah. Padahal, Turki dikenal sangat kritis terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Kini, Ankara menginginkan strategi yang lebih luas bagi Suriah untuk menggulingkan Assad.

”Kita dapat mengalahkan organisasi ini dengan mempersatukan seluruh kekuatan kita dengan mendapatkan dukungan dari negara-negara di kawasan (Timur Tengah),” kata al-Abadi. Dia mengungkapkan, dukungan Turki termasuk dalam pembagian informasi intelijen, pelatihan dan serangan militer. Irak harus berjuang untuk mengambil alih sebagian besar teritorial yang telah dikuasai ISIS.

Baghdad berharap, Turki memberikan dukungan militer karena sebagian gerilyawan ISIS terjebak di perbatasan Turki. “Pasukan keamanan Irak dan pejuang Peshmerga berjuang keras untuk menekan gerilyawan dari wilayah yang mereka kuasai,” tuturnya. Sedangkan Davutoglu mengungkapkan, Turki telah melatih para pejuang Peshmerga Kurdi Irak untuk memerangi ISIS.

“Kita terbuka dengan segala ide untuk meluaskan dukungan terhadap Baghad,” tuturnya. Bukan hanya ISIS, Davutoglu juga mengungkapkan, Turki menginginkan kerja sama melawan kelompok gerilyawan, termasuk Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang dikenal sebagai pemberontak.

Turki merupakan anggota NATO (Pakta Pertahanan AtlantikUtara) yang memiliki garis perbatasan sepanjang 1.200 km dengan Suriah dan Irak. Namun, Ankara menolak untuk mengambil peran di depan dalam pertempuranmelawanISIS dalamkoalisi yang dipimpin Amerika Serikat.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved