Tugas Berat Pemerintahan Baru

Rabu, 24 Desember 2014 - 13:51 WIB
Tugas Berat Pemerintahan...
Tugas Berat Pemerintahan Baru
A A A
TUNIS - Presiden terpilih Tunisia, Caid Essebsi, memiliki tugas berat setelah memenangi pemilihan dengan raihan 55,68% kemarin. Dia dituntut membawa Tunisia keluar dari kemerosotan ekonomi dan ancaman kekerasan dari militan.

Dalam pemilihan, Essebsi mengalahkan pesaing utamanya, Mocef Marzouki. Ini sekaligus menggenapi langkah mulus Essebsi menjadi orang nomor satu di Tunisia. Sebelumnya Essebsi sudah memimpin pemungutan suara pada putaran pertama, November silam, dengan meraih 39%.

Politisi 88 tahun tersebut juga sudah terlebih dulu memenangkan pemilihan parlemen pada Oktober bersama partainya, Nidaa. Essebsi berjanji akan segera memulai proses pembentukan pemerintahan. “Saya berjanji akan menjadi presiden semua masyarakat Tunisia. Kampanye telah berakhir dan kita semua harus melihat ke masa depan,” seru Essebsi dalam pidatonya dilansir Channelnewasia.

Semangat Essebsi ini diharapkan bisa membawa Tunisia keluar dari masalah ekonomi. Saat ini ekonomi Tunisia sedang berjuang untuk pulih dari pergolakan revolusi dan ada kekhawatiran bahwa pengangguran yang semakin meluas akan menyebabkan kerusuhan sosial.

Bahkan sesaat setelah pengumuman hasil suara, ratusan warga diketahui melakukan demonstrasi menolak kemenangan Essebsi. Pemerintahan Essebsi juga diprediksi akan mendapat gangguan berupa gerakan militan dan serangan dari lawan politiknya. Semua tak lepas dari karakter Essebsi.

Selama berkecimpung dalam dunia politik, Essebsi yang pernah mengemban profesi pengacara ini dikenal kontroversial. Penunjukannya sebagai Perdana Menteri (PM) Tunisia 2011 dianggap sebagai keputusan sepihak. Kala itu ratusan anak muda turun ke jalan meminta penunjukan Essebsi dengan alasan Essebsi bukan sosok yang pantas menjadi PM.

Tapi, pemerintah berpandangan lain. Essebsi disebutkan sebagai sosok dengan politik dan pribadi sempurna. Ayah empat anak tersebut dikenal karena patriotisme yang mendalam, kesetiaan dan pengorbanan diri dalam melayani negaranya. Namun tak lama menjabat, Essebsi meninggalkan kantornya pada pengunjung 2011.

Langkah itu ditempuh setelah Moncef Marzouki ditunjuk menjadi presiden interim baru. Essebsi mengatakan, dirinya tidak memiliki kesamaan visi dan misi dengan Marzouki. Kemenangan kali ini pun seakan menjadi obat kekecewaan Essebsi terhadap penunjukan Marzouki dua tahun lalu.

Rini agustina
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved